<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923</id><updated>2011-11-27T15:20:00.553-08:00</updated><category term='kenalin dong'/><title type='text'>Suka-suka.com</title><subtitle type='html'>Oleh: Robiansyah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-6621555012968586373</id><published>2010-11-13T02:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-13T02:47:49.089-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-b65480dacfdfb801" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v4.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Db65480dacfdfb801%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331094412%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D719BD0CD8A95064D53FFC286DAF745AC0CD12221.1B59AA05C42F33DE1540AF4C90E0E32F0394A462%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Db65480dacfdfb801%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DWWBIlb_HKGbZ9N2Mounv0Ia8svA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v4.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3Db65480dacfdfb801%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331094412%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D719BD0CD8A95064D53FFC286DAF745AC0CD12221.1B59AA05C42F33DE1540AF4C90E0E32F0394A462%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Db65480dacfdfb801%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DWWBIlb_HKGbZ9N2Mounv0Ia8svA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-6621555012968586373?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/6621555012968586373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6621555012968586373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6621555012968586373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/11/blog-post.html' title=''/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-7570948573151897928</id><published>2010-09-18T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T04:54:16.268-07:00</updated><title type='text'>Mana Duluan, Ayam atau Telur? Ini Jawabnya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TJSoU_QihCI/AAAAAAAAAIc/i-L2eMW_DRQ/s1600/1107250_eggs1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 251px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TJSoU_QihCI/AAAAAAAAAIc/i-L2eMW_DRQ/s320/1107250_eggs1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518220521967354914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan berhasil menjawab  salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris  menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,  selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dicari adalah, mengetahui ‘resep’ yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. “Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah ‘tukang bangunan’ tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. “Itu berati ayam ada duluan sebelum telur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dari mana ayam berasal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa.  Penelitian ini juga berimplikasi medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita  bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100715/twl-mana-duluan-ayam-atau-telur-ini-jawa-cfafc46.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-7570948573151897928?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/7570948573151897928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/09/mana-duluan-ayam-atau-telur-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7570948573151897928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7570948573151897928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/09/mana-duluan-ayam-atau-telur-ini.html' title='Mana Duluan, Ayam atau Telur? Ini Jawabnya!'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TJSoU_QihCI/AAAAAAAAAIc/i-L2eMW_DRQ/s72-c/1107250_eggs1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1298158954563390796</id><published>2010-07-21T05:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T05:40:17.079-07:00</updated><title type='text'>SistemOperasi</title><content type='html'>Apa itu Sistem Operasi?&lt;br /&gt;Perangkat lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dan perangkat keras&lt;br /&gt;Sasaran Sistem Operasi&lt;br /&gt;-Menjalankan program-program dariuser dan membantu user dalam menggunakan komputer&lt;br /&gt;-Menyediakan sarana sehingga pemakaian komputermenjadi mudah(convenient)&lt;br /&gt;-Memanfaatkan perangkat keras komputer yang terbatas secara efisien(resource manager)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Sistem Komputer&lt;br /&gt;1.Hardware –menyediakan“basic computing resources”(CPU, memory, I/O devices).&lt;br /&gt;2.Operating system –mengendalikan/mengkoordinasikan penggunaan hardware diantara berbagai aplikasi/program dariuser.&lt;br /&gt;3.Applications programs –menggunakan sistem resource yang digunakan untuk menyelesaikan masalah komputasi dari user (compilers, database systems, video games, business programs).&lt;br /&gt;4.Users (people, machines, other computers).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Sistem Operasi&lt;br /&gt;-Resource allocator&lt;br /&gt;-mengatur resource&lt;br /&gt;-mengalokasikan dan mengontrol pemakaian resources dariberbagai program/aplikasi.&lt;br /&gt;-Control program&lt;br /&gt;-Mengendalikan eksekus iuser program dan pemakaian sistem resource (contoh:   operasi     pada I/O device ) =&gt; handal, reliable, terlindung.&lt;br /&gt;-Kernel&lt;br /&gt;-Sistem program yang berjalan(“ada) terus menerus selama komputer aktif`.&lt;br /&gt;-Kontras dengan aplikasi yang di“load”, eksekusi dan terminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EvolusiSistemOperasi&lt;br /&gt;-OS sederhana&lt;br /&gt;-Program  tunggal, satuuser, satu mesin komputer(CPU) : komputer generasi pertama, awal mesin PCs, controller: lift, Playstationetc.&lt;br /&gt;-No problems, no bad people, no bad programs =&gt; interaksi sederhana&lt;br /&gt;-Problem: terbatas pemakaiannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FiturOS yang Dibutuhkan dalam Multiprogramming&lt;br /&gt;-I/O rutin dikendalikan dan diatur oleh sistim&lt;br /&gt;-Memory management –sistim harus mengalokasikan memori untuk beberapa jobs sekaligus&lt;br /&gt;-CPU scheduling –sistim harus memilih jobs mana yang telah siap akan dijalankan&lt;br /&gt;-AlokasidariI/O devices untukjobs dan proteksi bagiI/O devices tersebut Sistim menjadi=&gt; complex&lt;br /&gt;-Bagaimana kalauprogram “loops terusmenerus”,goingmad etc. =&gt; proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time-Sharing Systems –&lt;br /&gt;Interactive Computing&lt;br /&gt;-CPU melakukan multiplex pada beberapa jobs yang berada dimemory (dandisk)&lt;br /&gt;-CPU hanya dialokasikan kepada jobs yang telah siap dan berada dimemori&lt;br /&gt;-Besar memori masih sangat terbatas:&lt;br /&gt;-Pada job dilakukan swapped in danout dari memory kedisk.&lt;br /&gt;-Komunikasion-line (interaktif) antar auser dansistim: jika OS telah selesai mengeksekusi   &lt;br /&gt;  satuperintah, menunggu perintah berikut bukan dari“card reader”, tapi dari terminal user&lt;br /&gt;-On-line system harus tersedia bagiuser yang akan mengakses data dankode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desktop Systems&lt;br /&gt;-Personal computers –sistim komputer yang dirancang khusus untuk single user&lt;br /&gt;-I/O devices –keyboards, mice, display screens, small printers.&lt;br /&gt;-User mendapatkan kemudahan dalam penyesuaian.&lt;br /&gt;-Fungsi dasar mirip(adopsi) dariOS pada sistim yang besar&lt;br /&gt;-Sederhana: tidak terlalu fokus pada utilisasi CPU dan proteksi&lt;br /&gt;-Contoh: MS-DOS untuk PC banyak mengambil features dariUNIX, minus proteksi dan CPU scheduler  &lt;br /&gt;  yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parallel Systems&lt;br /&gt;-Sistim multiprosesor: lebih dari satu CPU yang terhubung secara dekat satu sama lain&lt;br /&gt;-Symmetric multiprocessing (SMP)&lt;br /&gt;-Setiap prosesor menjalankan“identical copy”dariOS&lt;br /&gt;-Banyak proses dapat berjalan serentak murni dengan menggunakan resources pada masing masing &lt;br /&gt;  CPU&lt;br /&gt;-Banyak modern operating systems mendukung SMP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Real-Time Systems&lt;br /&gt;-Digunakan sebagai control device untuk aplikasi khusus (misalkan medical imaging systems, industrial control process dll).&lt;br /&gt;-Kemampuan untuk beroperasi, response dalam batasan“waktu tertentu”=&gt; OS harus sederhana, cepat, dandapat memenuhi jadwal task (scheduling dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Real-Time Systems (Cont.)&lt;br /&gt;Hard real-time system.&lt;br /&gt;-Secondary storage sangat terbatas atau tidak ada(menggunakan ROM, flash RAM).&lt;br /&gt;-Task dapat diprediksi/ditentukan: waktu selesai dan response.&lt;br /&gt;-Soft real-time system&lt;br /&gt;-Lebih leluasa batasan waktu dari“hard real-time system”.&lt;br /&gt;-Lebih umum digunakan diindustri, aplikasi multimedia (video streaming, virtual reality).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan Komputasi&lt;br /&gt;-Komputasi Tradisional&lt;br /&gt;-Komputasi berbasis Web (Web-Based Computing)&lt;br /&gt;-Komputasi pada Embedded System (Embedded Computing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi dari Proses, Thread,Mutual Exclution, Race Condition,Sinkronisasi, Deadlock, Starvation,Monitor, dan Semaphore!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday, April 11th, 2009 | Author: fazza01 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara informal; proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global.&lt;br /&gt;Thread adalah sebuah alur kontrol dari sebuah proses. Suatu proses yang multithreaded mengandung beberapa perbedaan alur kontrol dengan ruang alamat yang sama. Keuntungan dari multithreaded meliputi peningkatan respon dari user, pembagian sumber daya proses, ekonomis, dan kemampuan untuk mengambil keuntungan dari arsitektur multiprosesor. User level thread adalah thread yang tampak oleh programmer dan tidak diketahui oleh kernel. User level thread secara tipikal dikelola oleh sebuah library thread di ruang user. Kernel level thread didukung dan dikelola oleh kernel sistem operasi. Secara umum, user level thread lebih cepat dalam pembuatan dan pengelolaan dari pada kernel thread. Ada tiga perbedaan tipe dari model yang berhubungan dengan user dan kernel thread.&lt;br /&gt;• Model many to one: memetakan beberapa user level thread hanya ke satu buah kernel thread.&lt;br /&gt;• Model one to one: memetakan setiap user thread ke dalam satu kernel thread. Berakhir.&lt;br /&gt;• Model many to many: mengizinkan pengembang untuk membuat user thread sebanyak mungkin, konkurensi tidak dapat tercapai karena hanya satu thread yang dapat dijadualkan oleh kernel dalam satu waktu.&lt;br /&gt;Mutual Exclusion adalah Suatu kondisi dimana setiap sumber daya diberikan tepat pada satu proses pada suatu waktu (kondisi-kondisi untuk solusi). Tiga kondisi untuk menentukan mutual Exclusion diantaranya :&lt;br /&gt;1. Tidak ada dua proses yang pada saat bersamaan berada di critical region.&lt;br /&gt;2. Tidak ada proses yang berjalan diluar critical region yang bisa menghambat proses lain&lt;br /&gt;3. Tidak ada proses yang tidak bisa masuk ke critical region&lt;br /&gt;Race Condition adalah situasi di mana beberapa proses mengakses dan memanipulasi data bersama pada saat besamaan. Nilai akhir dari data bersama tersebut tergantung pada proses yang terakhir selesai. Unutk mencegah race condition, proses-proses yang berjalan besamaan haus di disinkronisasi.&lt;br /&gt;Sinkronisasi adalah Komunikasi antara proses yang membutuhkan place by calls untuk mengirim dan menerima data primitive. Terdapat rancangan yang berbeda-beda dalam implementasi setiap primitive. Pengiriman pesan mungkin dapat diblok (blocking) atau tidak dapat dibloking (nonblocking) – juga dikenal dengan nama sinkron atau asinkron.&lt;br /&gt;Deadlock ialah suatu kondisi permanen dimana proses tidak berjalan lagi ataupun tidak ada komunikasi lagi antar proses. Deadlock disebabkan karena proses yang satu menunggu sumber daya yang sedang dipegang oleh proses lain yang sedang menunggu sumber daya yang dipegang oleh proses tersebut. Atau dengan kata lain setiap proses dalam set menunggu untuk sumber yang hanya bisa dikerjakan oleh proses lain dalam set yang sedang menunggu.&lt;br /&gt;Starvation adalah suatu proses meninggalkan critical section dan lebih dari satu proses menunggu (waiting).Beberapa proses dapat ditolak aksenya dalam waktu tak terbatas.&lt;br /&gt;Monitor adalah kumpulan prosedur, variabel dan struktur data di satu modul atau paket khusus. Proses dapat memanggil prosedur-prosedur kapan pun diinginkan. Tapi proses tak dapat mengakses struktur data internal dalam monitor secara langsung. Hanya lewat prosedur-prosedur yang dideklarasikan minitor untuk mengakses struktur internal.&lt;br /&gt;Semaphore adalah pendekatan yang diajukan oleh Djikstra, dengan prinsip bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan penanda-penanda sederhana. Seperti proses dapat dipaksa berhenti pada suatu saat, sampai proses mendapatkan penanda tertentu itu. Sembarang kebutuhan koordinasi kompleks dapat dipenuhi dengan struktur penanda yang cocok untuk kebutuhan itu. Variabel khusus untuk penanda ini disebut semaphore.Semaphore mempunyai dua sifat, yaitu:&lt;br /&gt;1. Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.&lt;br /&gt;2. Terdapat dua operasi terhadap semaphore, yaitu Down dan Up. Usulan asli yang disampaikan Djikstra adalah operasi P dan V.&lt;br /&gt;Uraikan implementasi sinkronisasi &amp; mutual exclusion di Windows &amp; Linux!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang Diperlukan&lt;br /&gt;Deadlock terjadi bila terdapat empat kondisi berikut ini secara simultan.&lt;br /&gt;a. Mutual Exclusion : hanya satu proses pada satu waktu yang dapat menggunakan&lt;br /&gt;sumber daya.&lt;br /&gt;b. Genggam dan Tunggu (Hold and Wait) : suatu proses membawa sedikitnya satu&lt;br /&gt;sumber daya menunggu mendapatkan tambahan sumber daya baru yang dibawa&lt;br /&gt;oleh proses&lt;br /&gt;Non-Preemption : sebuah sumber daya dapat dibebaskan dengan sukarela oleh&lt;br /&gt;proses yang memegangnya setelah proses menyelesaikan task.&lt;br /&gt;d. Menunggu Secara Sirkuler (Circular Wait) : Terdapat sekumpulan proses {P0,&lt;br /&gt;P1, …, P0} yang menunggu sumber daya dimana P0 menunggu sumber daya&lt;br /&gt;yang dibawa P1, P1 menunggu sumber daya yang dibawa P2, dan seterusnya,&lt;br /&gt;Pn–1 menunggu sumber daya yang dibawa oleh&lt;br /&gt;Pn, dan Pn menunggu sumber daya yang dibawa P0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resource Allocation Graph&lt;br /&gt;Deadlock dapat digambarkan lebih presisi dengan menggunakan graph berarah&lt;br /&gt;yang disebut resource allocation graph. Graph terdiri dari himpunan titik V dan garis&lt;br /&gt;E. Himpunan titik (vertex) V dibagi menjadi dua tipe yaitu himpunan proses yang aktif&lt;br /&gt;pada sistem P = {P1, P2, ..., Pn} dan tipe sumber daya pada sistem R = {R1, R2, ..., Rm}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE MENANGANI DEADLOCK&lt;br /&gt;Terdapat tiga metode untuk menangani permasalahan deadlock yaitu :&lt;br /&gt;• Menggunakan protocol untuk menjamin bahwa sistem tidak pernah memasuki status&lt;br /&gt;deadlock&lt;br /&gt;• Mengijinkan sistem memasuki status deadlock dan kemudian memperbaikinya.&lt;br /&gt;• Mengabaikan permasalahan dan seakan-akan deadlock tidak pernah terjadi pada&lt;br /&gt;sistem. Model ini yang banyak digunakan pada sistem operasi termasuk UNIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCEGAH DEADLOCK&lt;br /&gt;Metode ini berkaitan dengan pengkondisian sistem agar menghilangkan&lt;br /&gt;kemungkinan terjadinya deadlock. Pencegahan merupakan solusi yang bersih&lt;br /&gt;dipandang dari sudut tercegahnya deadlock. Metode ini sering menghasilkan utilisasi&lt;br /&gt;sumber daya yang buruk. Pencegahan deadlock merupakan metode yang banyak&lt;br /&gt;dipakai.&lt;br /&gt;Untuk mencegah deadlock dilakukan dengan meniadakan salah satu dari syarat&lt;br /&gt;perlu sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Mencegah Mutual Exclusion&lt;br /&gt;Mutual exclusion benar-benar tak dapat dihindari. Hal ini dikarenakan tidak ada&lt;br /&gt;sumber daya yang dapat digunakan bersama-sama, jadi sistem harus membawa&lt;br /&gt;sumber daya yang tidak dapat digunakan bersama-sama.&lt;br /&gt;• Mencegah Hold and Wait&lt;br /&gt;Untuk mencegah hold and wait, sistem harus menjamin bila suatu proses meminta&lt;br /&gt;sumber daya, maka proses tersebut tidak sedang memegang sumber daya yang lain.&lt;br /&gt;Proses harus meminta dan dialokasikan semua sumber daya yang diperlukan&lt;br /&gt;sebelum proses memulai eksekusi atau mengijinkan proses meminta sumber daya&lt;br /&gt;hanya jika proses tidak membawa sumber daya lain. Model ini mempunyai utilitas&lt;br /&gt;sumber daya yang rendah dan kemungkinan terjadi starvation jika proses&lt;br /&gt;membutuhkan sumber daya yang popular sehingga terjadi keadaan menunggu yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak terbatas karena setidaknya satu dari sumber daya yang dibutuhkannya&lt;br /&gt;dialokasikan untuk proses yang lain.&lt;br /&gt;• Mencegah Non Preemption&lt;br /&gt;Peniadaan non preemption mencegah proses-proses lain harus menunggu. Seluruh&lt;br /&gt;proses menjadi preemption, sehingga tidak ada tunggu menunggu. Cara mencegah&lt;br /&gt;kondisi non preemption :&lt;br /&gt;o Jika suatu proses yang membawa beberapa sumber daya meminta sumber daya&lt;br /&gt;lain yang tidak dapat segera dipenuhi untuk dialokasikan pada proses tersebut,&lt;br /&gt;maka semua sumber daya yang sedang dibawa proses tersebut harus&lt;br /&gt;dibebaskan.&lt;br /&gt;o Proses yang sedang dalam keadaan menunggu, sumber daya yang dibawanya&lt;br /&gt;ditunda dan ditambahkan pada daftar sumber daya.&lt;br /&gt;o Proses akan di restart hanya jika dapat memperoleh sumber daya yang lama dan&lt;br /&gt;sumber daya baru yang diminta.&lt;br /&gt;• Mencegah Kondisi Menunggu Sirkular&lt;br /&gt;Sistem mempunyai total permintaan global untuk semua tipe sumber daya. Proses&lt;br /&gt;dapat meminta proses kapanpun menginginkan, tapi permintaan harus dibuat terurut&lt;br /&gt;secara numerik. Setiap proses yang membutuhkan sumber daya dan memintanya&lt;br /&gt;maka nomor urut akan dinaikkan. Cara ini tidak akan menimbulkan siklus.&lt;br /&gt;Masalah yang timbul adalah tidak ada cara pengurutan nomor sumber daya yang&lt;br /&gt;memuaskan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MENGHINDARI DEADLOCK&lt;br /&gt;Metode alternatif untuk menghindari deadlock adalah digunakan informasi&lt;br /&gt;tambahan tentang bagaimana sumber daya diminta. Misalnya pada sistem dengan satu&lt;br /&gt;tape drive dan satu printer, proses P pertama meminta tape drive dan kemudian printer&lt;br /&gt;sebelum melepaskan kedua sumber daya tersebut. Sebaliknya proses Q pertama&lt;br /&gt;meminta printer kemudian tape drive. Dengan mengetahui urutan permintaan dan pelepasan sumber daya untuk setiap proses, dapat diputuskan bahwa untuk setiap&lt;br /&gt;permintaan apakah proses harus menunggu atau tidak. Setiap permintaan ke sistem&lt;br /&gt;harus dipertimbangkan apakah sumber daya tersedia, sumber daya sedang dialokasikan&lt;br /&gt;untuk proses dan permintaan kemudian serta pelepasan oleh proses untuk menentukan&lt;br /&gt;apakah permintaan dapat dipenuhi atau harus menunggu untuk menghindari deadlock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Aman (Safe state)&lt;br /&gt;Suatu keadaan dapat dinyatakan sebagai safe state jika tidak terjadi deadlock dan terdapat cara untuk memenuhi semua permintaan sumber daya yang ditunda tanpa menghasilkan deadlock. Dengan cara mengikuti urutan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Tak Aman (Unsafe state)&lt;br /&gt;Suatu state dinyatakan sebagai state tak selamat (unsafe state) jika tidak terdapat cara untuk memenuhi semua permintaaan yang saat ini ditunda dengan menjalankan proses-proses dengan suatu urutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PenjadualanCPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KonsepDasar&lt;br /&gt;-Memaksimalkan kinerja CPU melalui multi programming&lt;br /&gt;-CPU–I/O Burst Cycle –Eksekusi proses terdiri dari siklus eksekusi CPU danI/O wait.&lt;br /&gt;-Pendistribusian CPU burst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjadual CPU&lt;br /&gt;-Algoritma scheduling:&lt;br /&gt;-Memilih dari proses-proses yang berada di memori(ready to execute) dan memberikanj atah CPU kesalah satu proses tersebut.&lt;br /&gt;-Kapan keputusan untuk algoritma dilakukan:&lt;br /&gt;-Saatsuatuproses:&lt;br /&gt;1.Switch daristatus running kewaiting.&lt;br /&gt;2.Switch daristatus running keready.&lt;br /&gt;3.Switch daristatus waiting keready.&lt;br /&gt;4.Terminates.&lt;br /&gt;-Penjadualan1 dan4 termasuk nonpreemptive&lt;br /&gt;-Penjaudualan lainnya termasuk preemptive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Penjadualan&lt;br /&gt;-Preemptive: OS dapat mengambil (secarainterrupt, preempt) CPU dari satu prosess etiapsaat.&lt;br /&gt;-Non-preemptive: setiap proses secara sukarela(berkala) memberikan CPU keOS.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;-Penjadualan untuk switch darirunning kewait atauterminate: non-preemptive.&lt;br /&gt;-Penjadualan proses dari running keready: pre-emptive.&lt;br /&gt;-Prasyarat untuk OS real-time system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dispatcher&lt;br /&gt;-ModulDispatcher: mengatur dan memberikan kontrol CPU kepada proses yang dipilih oleh“short-term scheduler”:&lt;br /&gt;-switching context&lt;br /&gt;-switching keuser mode&lt;br /&gt;-Melompat kelokasi yang lebih tepat dari user program untuk memulai kembali program&lt;br /&gt;-Dispatch latency –terdapat waktu yang terbuang(CPU idle) dimana dispatcher menghentikan satu proses dan menjalankan proseslain.&lt;br /&gt;-Save (proseslama) dan restrore(prosesbaru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KriteriaPenjadualan&lt;br /&gt;-UtilisasiCPU: menjadikanCPU terus menerus sibuk(menggunakan CPU semaksimal mungkin).&lt;br /&gt;-Throughput: maksimalkan jumlah proses yang selesai dijalankan(per satuanwaktu).&lt;br /&gt;-Turn around time: minimalkan waktu selesai eksekusi suatu proses(sejak disubmit sampai selesai).&lt;br /&gt;-Waiting time: minimalkan waktu tunggu proses(jumlah waktu yang dihabiskan menunggu di ready &lt;br /&gt;  queue).&lt;br /&gt;-Response time: minimalkan waktu response dari sistim terhadap user (interaktif, time-sharing system), sehingga interaksi dapat berlangsung dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Penjadualan yang Optimal&lt;br /&gt;.Memaksimumkan utilisasi CPU&lt;br /&gt;.Memaksimumkan throughput&lt;br /&gt;.Meminimukan turnaround time&lt;br /&gt;.Meminimumkan waiting time&lt;br /&gt;.Meminimumkan response time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Algoritma Penjadualan&lt;br /&gt;.First-come, first-served (FCFS)&lt;br /&gt;.Shortest-Job-First (SJF)&lt;br /&gt;.Priority&lt;br /&gt;.Round-Robin (RR)&lt;br /&gt;.Multilevel Queue&lt;br /&gt;.Multilevel Feedback Queue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First-Come, First-Served (FCFS)&lt;br /&gt;Algoritma:&lt;br /&gt;.Prosesyang request CPU pertamakali akan mendapatkan jatahCPU.&lt;br /&gt;.Sederhana–algoritma maupun struktur data: menggunakan FIFO queue (ready queue).&lt;br /&gt;FIFO: Non preemptive&lt;br /&gt;.Timbul masalah“waiting time”terlalu lama jika didahului oleh proses yang waktu selesainya lama.&lt;br /&gt;.Tidak cocok untuk time-sharing systems.&lt;br /&gt;.Digunakan pada OS dengan orientasi batch job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shortest-Job-First (SJR)&lt;br /&gt;-Penggabungan setiap proses merupakan panjang dari burst CPU berikutnya. Panjang tersebut digunakan untuk penjadualan proses pada waktu terpendek&lt;br /&gt;-Terdapat2 skema:&lt;br /&gt;-nonpreemptive–CPU hanya satu kali diberikan pada suatu proses, maka proses tersebut tetap akan memakai CPU hingga proses tersebut melepaskannya&lt;br /&gt;-preemptive–jika suatu proses tiba dengan panjang CPU burst lebih kecil dari waktu yang tersisa pada ekseksusi proses yang sedang berlangsung, maka dijalankan preemtive. Skema ini dikenal dengan Shortest-Remaining-Time-First (SRTF).&lt;br /&gt;-SJF akanoptimal, keteikarata-rata waktu tunggu minimum untuk set proses yang diberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjadualan Prioritas&lt;br /&gt;Algoritma:&lt;br /&gt;.Setiap proses akan mempunyai prioritas (bilanganinteger).&lt;br /&gt;.CPU diberikan keproses dengan prioritas tertinggi(smallest integer ºhighest priority).&lt;br /&gt;.Preemptive: proses dapat diinterupsi jika terdapat prioritas lebihtinggi yang memerlukan CPU.&lt;br /&gt;.Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain time-slice &lt;br /&gt;  habis.&lt;br /&gt;.SJF adalah contoh priority scheduling dimana prioritas ditentukan oleh waktu pemakaian CPU &lt;br /&gt;  berikutnya.&lt;br /&gt;Problem = Starvation&lt;br /&gt;.Proses dengan prioritas terendah mungkin tidak akan pernah dieksekusi&lt;br /&gt;.Solution = Aging&lt;br /&gt;.Prioritasakan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Round Robin (RR)&lt;br /&gt;-Setiap proses mendapat jatah waktu CPU (time slice/quantum) tertentu misalkan10 atau100 milidetik.&lt;br /&gt;-Setelah waktu tersebut maka proses akan di-preempt dan dipindahkan keready queue.&lt;br /&gt;-Adil dan sederhana.&lt;br /&gt;-Jika terdapat n proses di“ready queue”dan waktu quantum q (milidetik), maka:&lt;br /&gt;-Maka setiap proses akan mendapatkan1/n dariwaktuCPU.&lt;br /&gt;-Proses tidak akan menunggu lebih lama dari: (n-1) q time units.&lt;br /&gt;-Performance&lt;br /&gt;-qbesar⇒FIFO&lt;br /&gt;-q kecil⇒q harus lebih besar dengan mengacu pada context switch, jika tidak over head akan terlalu &lt;br /&gt;  besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjadualan Antrian Multitingkat&lt;br /&gt;-Kategori proses sesuai dengan sifat proses:&lt;br /&gt;-Interaktif (response cepat)&lt;br /&gt;-Batch dll&lt;br /&gt;-Partisi“ready queue”dalam beberapa tingkat(multilevel) sesuai dengan proses:&lt;br /&gt;-Setiap queue menggunakan algoritma schedule sendiri&lt;br /&gt;-Foreground proses(interaktif, high prioritiy): RR&lt;br /&gt;-Background proses(batch, low priority): FCFS&lt;br /&gt;-Setiapqueue mempunyai prioritas yang fixed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antrian Multitingkat Berbalikan&lt;br /&gt;-Suatu proses dapat berpindah diantara beragam antrian;&lt;br /&gt;-Perlu feedback untuk penentuan proses naik/turun prioritasnya(dinamis):&lt;br /&gt;.Aging dapat diimplementasikan sesuai dengan lama proses pada satu queue.&lt;br /&gt;.Suatu proses yang menggunakan CPU sampai habis (tanpaI/O wait) =&gt; CPU-bound (bukan proses interaktif ) dapat dipindahkan ke queue dengan prioritas lebih rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjadualan Multiple-Processor&lt;br /&gt;-Penjadualan CPU lehih kompleks ketika terdapat multiple Processor&lt;br /&gt;-Processor yang homogen termasuk kedalam multiprocessor&lt;br /&gt;-Homogeneous processor swithin a multiprocessor.&lt;br /&gt;-Load sharing&lt;br /&gt;-Asymmetric multiprocessing–hanya ada satu processor yang dapat mengakses struktur sistem data,onlyone processor accesses the system data structures,sehingga meringankan kebutuhan sharing data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PenjadualanReal-Time&lt;br /&gt;-Hard real-timesystems&lt;br /&gt;.Task kritis harus selesai dengan garansi waktu tertentu&lt;br /&gt;.OS akan melacak lamanya task tersebut dieksekusi(real time):&lt;br /&gt;.Mengetahui lama waktu system call, fungsi dan response dari hardware&lt;br /&gt;.Melakukan prediksi apakah task tersebut dapat dijalankan.&lt;br /&gt;.Mudah dilakukan untukOS khusus pada peralatan/ pemakaian khusus(single task: control system)&lt;br /&gt;.Sulit  untuktime-sharing sistim, virtual memory (faktor latency sebagian program aktif ada di disk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjadualan Real-Time&lt;br /&gt;-Soft real-time systems&lt;br /&gt;.Membutuhkan penggunaan skema prioritas&lt;br /&gt;.Multimedia, highly interactive graphics&lt;br /&gt;.Prioritas tidak menurunkan over time&lt;br /&gt;.Dispancylatency yang rendah:&lt;br /&gt;  .Penyisipan point preemsise panjang waktu system calls&lt;br /&gt;  .Membuat keseluruhan kernel preemptable&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1298158954563390796?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1298158954563390796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1298158954563390796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/sistemoperasi_21.html' title='SistemOperasi'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1713052452953544843</id><published>2010-07-20T05:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T09:47:55.422-07:00</updated><title type='text'>Kewarganegaraan</title><content type='html'>   					  					&lt;div class="related" id="related-pengertian-kewarganegaraan-dan-pendidikan-kewarganegaraan" style="display: none; text-align: justify;"&gt; 																	&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  					&lt;/div&gt;&lt;div class="related" id="filed-pengertian-kewarganegaraan-dan-pendidikan-kewarganegaraan" style="display: none; text-align: justify;"&gt;  						&lt;div class="postinfo2"&gt; 							Filed Under: &lt;a href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/category/umum/" title="View all  posts in Umum" rel="category tag"&gt;Umum&lt;/a&gt;						&lt;/div&gt;  												&lt;div class="tags"&gt; 													&lt;/div&gt;  						 						  					&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; 					  						 						&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;A. Pengertian Kewarganegaraan&lt;br /&gt;Istilah kewarganegaraan memiliki arti keanggotaan yang menunjukkan  hubungan atau ikatan antara negara dan warga negara. Kewarganegaraan  diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara yang mengakibatkan  adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan.  Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia,  kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan negara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai  berikut:&lt;br /&gt;a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis&lt;br /&gt;- Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum  anatara orang-orang dengan negara.&lt;br /&gt;- Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan  hukum, tetapi ikatan emosionak, seperti ikartan perasaan, ikatan  keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.&lt;br /&gt;b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil.&lt;br /&gt;- Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat  kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada  pada hukum publik.&lt;br /&gt;- Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat hukum dari  status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;B. Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana  untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan  jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan  kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan  bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar  bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan  mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.&lt;br /&gt;• Standar isi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :&lt;br /&gt;1. nilai-nilai cinta tanah air;&lt;br /&gt;2. kesadaran berbangsa dan bernegara;&lt;br /&gt;3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;&lt;br /&gt;4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;&lt;br /&gt;5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta&lt;br /&gt;6. kemampuan awal bela negara.&lt;br /&gt;• Pengembangan standar isi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) dijabarkan dalam rambu-rambu materi pendidikan  kewarganegaraan.&lt;br /&gt;• Rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) meliputi materi dan kegiatan bersifat fisik dan nonfisik.&lt;br /&gt;• Pengembangan rambu-rambu materi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan  ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri sesuai lingkup penyelenggara  pendidikan kewarganegaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana  untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan  jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan  kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan  bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar  bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan  mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III, Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan dilakukan secara nasional  oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat, dan Swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Pemerintah menetapkan kebijakan umum yang meliputi  penyusunan standar isi, standar kompetensi, standar proses dan  kewenangan penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan.&lt;br /&gt;         2. Kebijakan umum sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan  dengan Peraturan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Standar isi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :&lt;br /&gt;         1. nilai-nilai cinta tanah air;&lt;br /&gt;         2. kesadaran berbangsa dan bernegara;&lt;br /&gt;         3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;&lt;br /&gt;         4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan  hidup;&lt;br /&gt;         5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara,  serta&lt;br /&gt;         6. kemampuan awal bela negara.&lt;br /&gt;   2. Pengembangan standar isi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) dijabarkan dalam rambu-rambu materi pendidikan  kewarganegaraan.&lt;br /&gt;   3. Rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) meliputi materi dan kegiatan bersifat fisik dan nonfisik.&lt;br /&gt;   4. Pengembangan rambu-rambu materi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri sesuai lingkup  penyelenggara pendidikan kewarganegaraan.      &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH KONSTITUSI DAN AMANDEMEN UUD 1945&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. Sejarah Konstitusi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi  tertulis dan 2) konstitusi tak tertulis. Dalam hal yang kedua ini,  hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi tertulis atau  undang-undang dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai  pembentukan, pembagian wewenang dan cara bekerja berbagai lembaga  kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia.&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn3"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara yang dikategorikan sebagai negara yang tidak memiliki  konstitusi tertulis adalah Inggris dan Kanada. Di kedua negara ini,  aturan dasar terhadap semua lembaga-lembaga kenegaraan dan semua hak  azasi manusia terdapat pada adat kebiasaan dan juga tersebar di berbagai  dokumen, baik dokumen yang relatif baru maupun yang sudah sangat tua  seperti Magna Charta yang berasal dari tahun 1215 yang memuat jaminan  hak-hak azasi manusia rakyat Inggris.&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn4"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Karena ketentuan  mengenai kenegaraan itu tersebar dalam berbagai dokumen atau hanya hidup  dalam adat kebiasaan masyarakat itulah maka Inggris masuk dalam  kategori negara yang memiliki konstitusi tidak tertulis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hampir semua konstitusi tertulis diatur mengenai pembagian  kekuasaan berdasarkan jenis-jenis kekuasaan, dan kemudian berdasarkan  jenis kekuasaan itu dibentuklah lembaga-lembaga negara. Dengan demikian,  jenis kekuasaan itu perlu ditentukan terlebih dahulu, baru kemudian  dibentuk lembaga negara yang bertanggung jawab untuk melaksanakan jenis  kekuasaan tertentu itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa sarjana mengemukakan pandangannya mengenai jenis tugas atau  kewenangan itu, salah satu yang paling  terkemuka adalah pandangan  Montesquieu bahwa kekuasaan negara itu terbagi dalam tiga jenis  kekuasaan yang harus dipisahkan secara ketat. Ketiga jenis kekuasaan itu  adalah : 1) kekuasaan membuat peraturan perundangan (legislatif); 2)  kekuasaan melaksanakan peraturan perundangan (eksekutif) dan kekuasaan  kehakiman (judikatif).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan lain mengenai jenis kekuasaan yang perlu dibagi atau  dipisahkan di dalam konstitusi dikemukakan oleh van Vollenhoven dalam  buku karangannya &lt;em&gt;Staatsrecht over Zee.&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; Ia  membagi kekuasaan menjadi empat macam yaitu :1) pemerintahan (bestuur);  2) perundang-undangan; 3) kepolisian dan 4)pengadilan. Van Vollenhoven  kemungkinan menilai kekuasaan eksekutif itu terlalu luas dan karenanya  perlu dipecah menjadi dua jenis kekuasaan lagi yaitu kekuasaan  pemerintahan dan kekuasaan kepolisian. Menurutnya kepolisian memegang  jenis kekuasaan untuk mengawasi hal berlakunya hukum dan kalau perlu  memaksa untuk melaksanakan hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Azas-azas Hukum Tata Negara di  Indonesia mendukung gagasan Van Vollenhoven ini, bahkan ia mengusulkan  untuk menambah dua lagi jenis kekuasaan negara yaitu kekuasaan Kejaksaan  dan Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara untuk menjadi jenis  kekuasaan ke-lima dan ke-enam.&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn6"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan teori hukum ketatanegaraan yang dijelaskan diatas maka  dapat disimpulkan bahwa jenis kekuasaan negara yang diatur dalam suatu  konstitusi itu umumnya terbagi atas enam dan masing-masing kekuasaan itu  diurus oleh suatu badan atau lemabaga tersendiri yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;kekuasaan membuat undang-undang (legislatif)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekuasaan melaksanakan undang-undang (eksekutif)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekuasaan kehakiman (judikatif)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekuasaan kepolisian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekuasaan kejaksaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekuasaan memeriksa keuangan negara&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B.  Amandemen UUD 1945&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar  tertinggi yang memuat hal-hal mengenai penyelenggaraan negara, karenanya  suatu konstitusi harus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada  produk hukum lainnya. Terlebih lagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan  penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan  suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem  penyelenggaraan negara. Bisa jadi suatu negara yang demokratis berubah  menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakalanya keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi  merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Hal ini terjadi apabila  mekanisme penyelenggaraan negara yang diatur dalam konstitusi yang  berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat. Oleh  karena itu,  konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan mengenai  perubahan konstitusi itu sendiri, yang kemudian prosedurnya dibuat  sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar  aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat  sementara atau pun keinginan dari sekelompok orang belaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek  ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi. Sistem yang  pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah, maka yang akan  berlaku adalah konstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian  konstitusi). Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia. Sistem  yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah, maka konstitusi  yang asli tetap berlaku. Perubahan terhadap konstitusi tersebut  merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi. Dengan perkataan  lain, amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari  konstitusinya. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut C.F Strong ada empat macam prosedur perubahan kosntitusi:&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn7"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan  legislatif, akan tetap yang dilaksanakan menurut pembatasan-pembatasan  tertentu. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan. &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pertama, untuk  mengubah konstitusi, sidang pemegang kekuasaan  legislatif harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya sejumlah anggota  tertentu (kuorum) yang ditentukan secara pasti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua, untuk mengubah konstitusi maka lembaga perwakilan rakyat  harus dibubarkan terlebih dahulu dan kemudian diselenggarakan pemilihan  umum. Lembaga perwakilan rakyat harus diperbaharui inilah yang kemudian  melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketiga, adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis  dua kamar. Untuk mengubah konstitusi, kedua kamar lembaga perwakilan  rakyat harus mengadakan sidang gabungan. Sidang gabungan inilah, dengan  syarat-syarat seperti dalam cara pertama, yang berwenang mengubah  kosntitusi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan konstitusi yang dilakukan rakyat melalui suatu referendum.  Apabila ada kehendak untuk mengubah kosntitusi maka lembaga negara yang  diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat  melalui suatu referendum atau plebisit. Usul perubahan konstitusi  yang  dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu.  Dalam referendum atau plebisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya  dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan  kepada mereka. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan  diatur dalam konstitusi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan konstitusi yang berlaku pada negara serikat yang dilakukan  oleh sejumlah negara bagian. Perubahan konstitusi pada negara serikat  harus dilakukan dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara  tersebut. Hal ini dilakukan karena konstitusi  dalam negara serikat  dianggap sebagai perjanjian antara negara-negara bagian. Usul perubahan  konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat, dalam hal ini adalah  lembaga perwakilannya, akan tetapi kata akhir berada pada negara-negara  bagian. Disamping itu, usul perubahan dapat pula berasal dari  negara-negara bagian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan  konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau  dilakukan oleh suatu lemabag negara khusus yang dibentuk hanya untuk  keperluan perubahan. Cara ini dapat dijalankan baik pada Negara kesatuan  ataupun negara serikat. Apabila  ada kehendak untuk mengubah  konstitusi, maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dibentuklah suatu  lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah  konstitusi. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan  perundang-undangan dan dapat pula berasal dari pemegang kekuasaan  perundang-undangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus  tersebut. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan  tugas serta wewenang sampai selesai,dengan sendirinya lembaga itu bubar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Hans Kelsen mengatakan bahwa kosntitusi asli dari suatu negara adalah  karya pendiri negara tersebut. Dan ada beberapa cara perubahan  konstitusi menurut Kelsen yaitu :&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn8"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Perubahan yang dilakukan diluar kompetensi organ legislatif  biasa yang dilembagakan oleh konstitusi tersebut, dan dilimpahkan kepada  sebuah konstituante, yaitu suatu organ khusus yang hanya kompeten untuk  mengadakan perubahan-perubahan konstitusi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Dalam sebuah negara federal, suatu perubahan konstitusi bisa  jadi harus disetujui  oleh dewan perwakilan rakyat dari sejumlah negara  anggota tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Miriam Budiarjo mengemukakan adanya empat macam prosedur perubahan  konstitusi, yaitu :&lt;a href="http://blogster.com/cgi-bin/blogapp/users/users.cgi?action=article_body&amp;amp;id=#_ftn9"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Sidang badan legislatif ditambah beberapa syarat misalnya  ketentuan kuorum dan jumlah minimum anggota badan legislatif untuk  menerima perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Referendum atau plebisit, contoh : Swiss dan Australia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.      negara-negara bagian dalam suatu negara federal harus  menyetujui, Contoh : Amerika Serikat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.      musyawarah khusus (special convention), contoh : beberapa  negara Amerika Latin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian apa yang dikemukakan Miriam Budiarjo pada dasarnya  sama dengan yang  dikemukakan oleh Hans Kelsen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Indonesia, perubahan konstitusi telah terjadi beberapa kali dalam  sejarah  ketatanegaraan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17  Agustus 1945. Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam  Undang-undang Dasar dalam delapan periode yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Periode 18 Agustus 1945 – 27 desember 1949&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 5 Juli 1959 – 19 Oktober&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 19 Oktober 1999 – 18 Agustus 2000&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 18 Agustus 2000 – 9 November 2001&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 9 November 2001 – 10 Agustus 2002&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periode 10 Agustus  2002 – sampai sekarang&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) ditetapkan dan disahkan Panitia  Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD  1945 terdiri dari :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembukaan (4 alinea) yang pada alinea ke-4tercantum dasar negara  yaitu Pancasila;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang Tubuh (isi) yang meliputi :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;16 Bab;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;37 Pasal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 aturan peralihan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 Aturan Tambahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;3.      Penjelasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;UUD 1945 digantikan oleh Konstitusi Republik Indonesia Serikat  (Konstitusi RIS) pada 27 Desember 1949, pada 17 Agustus 1950 Konstitusi  RIS digantikan oleh Undang-undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, UUD 1945 dinyatakan berlaku  kembali di Indonesia hingga saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga tanggal 10 Agustus 2002, UUD 1945 telah empat kali diamandemen  oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan UUD 1945 dilakukan pada :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Perubahan I diadakan pada tanggal 19  Oktober 1999;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada amandemen ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 9 pasal  yaitu: Pasal 5 ayat (1), 7, 9 ayat (1) dan (2), 13 ayat (2) dan (3),14  ayat (1) dan (2), 15, 17 ayat (2) dan (3), 20 ayat (1), (2), (3) dan  (4), 21 ayat (1).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa perubahan yang penting adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a.       Pasal 5 ayat (1) berbunyi : Presiden memegang kekuasaan  membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Presiden berhak mengajukan  rancangan undang-undang kepada DPR.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b.      Pasal 7 berbunyi :                     Presiden dan wakil  presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya  dapat dipilih kembali;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Preseiden dan wakil presiden  memegang jabatan selama&lt;/em&gt; &lt;em&gt;lima&lt;/em&gt; &lt;em&gt;tahun dan sesudahnya  dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa  jabatan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c.       Pasal 14 berbunyi :                   Presiden memberi  grasi, amnesty, abolisi dan rehabilitasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(1)   &lt;em&gt;Presiden memberi grasi dan rehabili dengan memperhatikan  pertimbangan Mahkamah Agung;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(2)   &lt;em&gt;Presiden memberi Amnesti dan Abolisi dengan memperhatikan  pertimbangan DPR.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d.      Pasal 20 ayat 1 :                       Tiap-tiap  Undang-udang menhendaki persetujuan DPR;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : DPR memegang kekuasaan membentuk  Undang-undang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Perubahan II diadakan pada tanggal 18  Agustus 2000;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada amandemen II ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 24  pasal yaitu: Pasal 18 ayat (1) s/d (7), 18A ayar (1) dan (2), 18B ayat  (1) dan (2), 19 ayat (1) s/d (3), 20 ayat (5), 20A ayat (1) s/d (4),  22A, SSB, 25A, 26 ayat (2) dan (3), 27 ayat (3), 28A, 28B ayat (1) dan  (2), 28D ayat (1) s/d (4), 28E ayat (1) s/d (3), 28F, 28G ayat (1) dan  (2), 28H ayat (1) s/d (4), 28I ayat (1) s/d (5), 28J ayat (1) dan (2),  30 ayat (1) s/d (5), 36A, 36B, 36C.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa perubahan yang penting adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e. Pasal 20  berbunyi :  Tiap-tiap Undang-undang menghendaki  persetujuan DPR;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : Pasal 20A; &lt;em&gt;DPR memiliki fungsi  legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f.        Pasal 26 ayat (2) berbunyi : Syarat-syarat yang mengenai  kewarganegaraan Negara ditetapkan dengan Undang-undang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Penduduk ialah warga Negara&lt;/em&gt;  &lt;em&gt;Indonesia&lt;/em&gt; &lt;em&gt;dan orang asing yang bertempat tinggal di  Indonesia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;g.  Pasal 28  memuat 3 hak asasi manusia diperluas menjadi 13   hak  asasi manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Perubahan III diadakan pada tanggal&lt;/strong&gt;  &lt;strong&gt;9 November 2001&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada amandemen III ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 19  pasal yaitu: Pasal 1 ayat (2) dan (3), 3 ayat (1) s/d (3), 6 ayat (1)  s/d (3), 6A ayat (1), (2), (3) dan (5), 7A, 7B ayat (1) s/d (7), 7C, 8  ayat (1) s/d (3), 11 ayat (2) dan (3), 17 ayat (4), 22C ayat (1) s/d  (4), 22D ayat (1) s/d (4), 22E ayat (1) s/d (3), 23F ayat (1) dan (2),  23G ayat (1) dan (2), 24 ayat (1) dan (2), 24A ayat (1) s/d (5), 24B  ayat (1) s/d (4), 24C ayat  (1) s/d (6).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa perubahan yang penting adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;g. Pasal 1 ayat (2) berbunyi :  Kedaulatan adalah ditanag rakyat dan  dilakukan sepenuhnya oleh MPR&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Kedaulatan berada di tanagn  rakyat dan dilaksanakan menurut UUD&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;h. Ditambah Pasal 6A :  Presiden dan wakil Presiden dipilih dalam  satu pasangan secara langsung oleh rakyat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;i.   Pasal 8 ayat (1) berbunyi :  Presiden ialah orang Indonesai  asli;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Diubah menjadi&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;Calon Presiden dan wakil  Presiden harus warga negara&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Indonesia&lt;/em&gt; &lt;em&gt;sejak  kelahirannya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;j.   Pasal 24 tentang kekuasaan kehakiman ditambah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      &lt;strong&gt;Pasal 24B&lt;/strong&gt;: Komisi Yudisial bersifat mandiri  yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      &lt;strong&gt;Pasal 24C &lt;/strong&gt;:  mahkamah Konstitusi berwenang  mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat  final untuk menguji undang-undang terhadap UUD (dan menurut amandemen  IV) UUD 1945, Komisi dan Konstitusi ditetapkan dengan ketentuan MPR  bertugas mengkaji ulang keempat amandemen UUD 1945 pada tahun 2003&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Perubahan IV diadakan pada tanggal 10  Agustus 2002&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada amandemen IV ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 17  pasal yaitu: pasal-pasal : 2 ayat (1), 6A ayat (4), 8 ayat (3), 11 ayat  (1), 16 23B, 23D, 24 ayat (3), 31 ayat (1) s/d (5), 32 ayat (1) dan (2),  33 ayat (4) dan (5), 34 ayat (1) s/d (4), 37 ayat (1) s/d (5), Aturan  Peralihan Pasal I s/d III, aturan Tambahan pasal I dan II.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa perubahan yang penting adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;k. Pasal 2 ayat (1) berbunyi :  MPR terdiri atas anggota-anggota dan  golongan-golongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; :  &lt;em&gt;MPR terdiri atas anggota DPR  dan DPD yang dipilih melalui Pemilihan Umum dan diatur lebih lanjut  dengan undang-undang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;l.   Bab IV pasal 16 tetang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diubah menjadi&lt;/strong&gt; :  &lt;em&gt;Presiden membentuk suatu dewan  pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada  Presiden, yang selanjutnya diatur dalam Undang-undang&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;m.           Pasal 29 ayat (1) berbunyi : Negara berdasarkan atas  Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasal ini tetap tidak berubah (walaupun pernah diusulkan penambahan 7  kata : dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi  pemeluk-pemeluknya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;n. Aturan Peralihan Pasal III : Mahkamah Konstitusi dibentuk  selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala  kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa amandemen I,II,III dan IV  terhadap UUD 1945, maka sejak 10 Agustus 2002 Ketatanegaraan Republik  Indonesia telah mengalami perubahan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a.       Pasal 1 ayat (2):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MPR bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di  Indonesia, melainkan rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan, MPR  bukan Lembaga tertinggi Negara lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MPR, DPR, dan Presiden yang bertanggung jawab kepada rakyat melalui  Pemilihan Umum. Presiden dan Wakil Presiden yang melangar hukum tidak  akan terpilih dalam pemilihan umum yang akan datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b.      Pasal 2 ayat (1):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MPR terdiri dari :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Dewan Perwakilan Rakyat (&lt;em&gt;House of Representatives&lt;/em&gt; :  di Amerika Serikat)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Dewan Perwakilan Daerah (&lt;em&gt;Senate&lt;/em&gt; : di Amerika  Serikat)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MPR merupakan lembaga yang memiliki dua badan (&lt;em&gt;Bicameral&lt;/em&gt;)  seperti di Amerika Serikat;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota DPR dipilih dalam pemilihan umum oleh seluruh rakyat,  sedangkan DPD dipilih oleh rakyat di daerah (Provinsi) masing-masing.  Dengan ditetapkannya DPR dan DPD sebagai anggota MPR, maka utusan  golongan termasuk TNI/POLRI dihapuskan dari MPR.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bukan lagi pemegang kedaulatan (kekuasaan tertinggi) di Indonesia,  melainkan rakat Indonesia yang memegang kedaulatan, MPR bukan Lembaga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c.       Pasal 5 ayat (1):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden bukan lagi pembentuk undang-undang, tetapi berkedudukan  sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (Lembaga Eksekutif,  Pemerintahan/Pelaksana Undang-undang)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d.      Pasal 6 ayat (1) dan 6A:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden Indonesia tidak harus orang Indonesia asli, tetapi calon  Presiden dan Wakil Presiden harus warga Negara Indonesia sejak  kelahirannya. Presdien dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh  rakyat (bukan secara tidak langsung oleh MPR, sedangkan DPR dipilih  rakyat)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e.       Pasal 7:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat memegang jabatan selama  paling lama 2 x 5 tahun : 10 tahun (dahulu Presiden memegang jabatan  selama lebih dari 30 tahun, bahkan seumur hidup).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f.        Pasal 14:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden memberi :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.         Grasi dan Rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan  Mahkamah Agung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Otonomi Daerah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. Pengertian dan Latar Belakang Otonomi Daerah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban  yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri  urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat untuk  meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam  rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai  dengan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan daerah otonom adalah kesatuan  masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang  mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat  setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B. Prinsip-prinsip Pemberian Otonomi Daerah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;Berdasar pada UU  No.22/1999 prinsip-prinsip pemberian Otonomi Daerah adalah sebagai  berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;1.   Penyelenggaraan Otonomi Daerah  dilaksanakan dengan memperhatikan aspek-aspek demokrasi, keadilan,  pemerataan, serta potensi dan keanekaragaman daerah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;2.   Pelaksanaan Otonomi Daerah didasarkan  pada otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;3.   Pelaksanaan Otonomi Daerah yang luas  dan utuh diletakkan pada daerah Kabupaten dan daerah Kota, sedang  Otonomi Daerah Propinsi merupakan Otonomi Terbatas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;4.   Pelaksanaan Otonomi Daerah harus sesuai  dengan Konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi  antara pusat dan daerah serta antar daerah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;5.   Pelaksanaan Otonomi Daerah harus lebih  meningkatkan kemandirian Daerah Otonom, dan karenanya dalam daerah  Kabupaten dan daerah Kota tidak ada lagi wilayah administrasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;6.    Kawasan khusus yang dibina oleh  Pemerintah atau pihak lain seperti Badan Otorita, Kawasan Pelabuhan,  Kawasan Pertambangan, Kawasan Kehutanan, Kawasan Perkotaan Baru, Kawasan  Wisata dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan Daerah Otonom. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;7.    Pelaksanaan Otonomi Daerah harus lebih  meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah, baik sebagai  fungsi legislasi, fungsi pengawas maupun fungsi anggaran atas  penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;8.    Pelaksanaan asas dekonsentrasi  diletakkan pada daerah Propinsi dalam kedudukannya sebagai Wilayah  Administrasi untuk memelaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang  dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;9.    Pelaksanaan asas tugas pembantuan  dimungkinkan, tidak hanya dari Pemerintah Daerah kepada Desa yang  disertai dengan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya  manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan  mempertanggungjawabkan kepada yang menugaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&amp;quot;Table Normal&amp;quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. Permasalah-permasalahan yang Dihadapi dalam  Menyelenggarakan Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Otonomi Daerah  yang Ada.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--&gt;&lt;span&gt;Meskipun  UUD 1945 yang menjadi acuan konstitusi telah menetapkan konsep dasar  tentang kebijakan otonomi kepada daerah-daerah, tetapi dalam  perkembangan sejarahnya ide otonomi daerah itu mengalami berbagai  perubahan bentuk kebijakan yang disebabkan oleh kuatnya tarik-menarik  kalangan elit politik pada masanya. Apabila perkembangan otonomi daerah  dianalisis sejak tahun 1945, akan terlihat bahwa perubahan-perubahan  konsepsi otonomi banyak ditentukan oleh para elit politik yang berkuasa  pada saat it. Hal itu terlihat jelas dalam aturan-aturan mengenai  pemerintahan daerah sebagaimana yang terdapat dalam UU berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;1.   UU No. 1 tahun 1945&lt;br /&gt;Kebijakan Otonomi daerah pada masa ini lebih menitikberatkan pada  dekonsentrasi. Kepala daerah hanyalah kepanjangan tangan pemerintahan  pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;2.   UU No. 22 tahun 1948&lt;br /&gt;Mulai tahun ini Kebijakan otonomi daerah lebih menitikberatkan pada  desentralisasi. Tetapi masih ada dualisme peran di kepala daerah, di  satu sisi ia punya peran besar untuk daerah, tapi juga masih menjadi  alat pemerintah pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;3.   UU No. 1 tahun 1957&lt;br /&gt;Kebijakan otonomi daerah pada masa ini masih bersifat dualisme, di mana  kepala daerah bertanggung jawab penuh pada DPRD, tetapi juga masih alat  pemerintah pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;4.   Penetapan Presiden No.6 tahun 1959&lt;br /&gt;Pada masa ini kebijakan otonomi daerah lebih menekankan dekonsentrasi.  Melalui penpres ini kepala daerah diangkat oleh pemerintah pusat  terutama dari kalangan pamong praja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;5.   UU No. 18 tahun 1965&lt;br /&gt;Pada masa ini kebijakan otonomi daerah menitikberatkan pada  desentralisasi dengan memberikan otonomi yang seluas-luasnya bagi  daerah, sedangkan dekonsentrasi diterapkan hanya sebagai pelengkap saja &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;6.   UU No. 5 tahun 1974&lt;br /&gt;Setelah terjadinya G.30.S PKI pada dasarnya telah terjadi kevakuman  dalam pengaturan penyelenggaraan pemerintahan di daerah sampai dengan  dikeluarkanya UU NO. 5 tahun 1974 yaitu desentralisasi, dekonsentrasi  dan tugas perbantuan. Sejalan dengan kebijakan ekonomi pada awal Ode  Baru, maka pada masa berlakunya UU No. 5 tahun 1974 pembangunan menjadi  isu sentral dibanding dengan politik. Pada penerapanya, terasa  seolah-olah telah terjadi proses depolitisasi peran pemerintah daerah  dan menggantikannya dengan peran pembangunan yang menjadi isu nasional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span&gt;7.   UU No. 22 tahun 1999&lt;br /&gt;Pada masa ini terjadi lagi perubahan yang menjadikan pemerintah daerah  sebagai titik sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan  dengan mengedapankan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;UNDANG-UNDANG  REPUBLIK &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 32 TAHUN 2004&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PEMERINTAHAN DAERAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2. Pemerintahan daerah  adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan  DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi  seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; sebagaimana dimaksud dalam  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;5. Otonomi daerah adalah  hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus  sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai  dengan peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-59"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;6. Daerah otonom,  selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang  mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus  urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa  sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan  Republik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pasal 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(1) Negara Kesatuan  Republik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; dibagi atas daerah-daerah  provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; yang masing-masing  mempunyai pemerintahan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(2) Pemerintahan daerah  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengatur dan mengurus sendiri urusan  pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(3) Pemerintahan daerah  sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjalankan otonomi seluasluasnya,  kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah, dengan  tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya  saing daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 12pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 12pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;PEMBENTUKAN DAERAH DAN KAWASAN KHUSUS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 12pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Bagian Kesatu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 12pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pembentukan Daerah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(1) Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 2 ayat (1) ditetapkan dengan undangundang. (2) Undang-undang  pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain  mencakup nama, cakupan wilayah, batas, ibukota, kewenangan  menyelenggarakan urusan pemerintahan, penunjukan penjabat kepala daerah,  pengisian keanggotaan DPRD, pengalihan kepegawaian, pendanaan,  peralatan, dan dokumen, serta perangkat daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(3) Pembentukan daerah  dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang  bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau  lebih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(4) Pemekaran dari satu  daerah menjadi 2 (dua) daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(3) dapat dilakukan setelah  mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(1) Pembentukan daerah  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 harus memenuhi syarat administratif,  teknis, dan fisik kewilayahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(2) Syarat administratif  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk provinsi meliputi adanya  persetujuan DPRD kabupaten/kota dan Bupati/Walikota yang akan menjadi  cakupan wilayah provinsi, persetujuan DPRD provinsi induk dan Gubernur,  serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(3) Syarat administratif  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kabupaten/kota meliputi adanya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;persetujuan DPRD  kabupaten/kota dan Bupati/Walikota yang bersangkutan, persetujuan DPRD  provinsi dan Gubernur serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(4) Syarat teknis  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi faktor yang menjadi dasar  pembentukan daerah yang mencakup faktor kemampuan ekonomi, potensi  daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah,  pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya  otonomi daerah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(5) Syarat fisik  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi paling sedikit 5 (lima)  kabupaten/kota untuk pembentukan provinsi dan paling sedikit 5 (lima)  kecamatan untuk pembentukan kabupaten, dan 4 (empat) kecamatan untuk  pembentukan kota, lokasi calon ibukota, sarana, dan prasarana  pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Bagian Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Hak dan Kewajiban Daerah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pasal 21&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai  hak:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;a. mengatur dan mengurus  sendiri urusan pemerintahannya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;b. memilih pimpinan  daerah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;c. mengelola aparatur  daerah;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;d. mengelola kekayaan  daerah;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;e. memungut pajak daerah  dan retribusi daerah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;f.  mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya  lainnya yang berada di daerah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;g. mendapatkan  sumber-sumber pendapatan lain yang sah; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;h. mendapatkan hak lainnya  yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial,Bold';"&gt;Pasal 22&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam menyelenggarakan  otonomi, daerah mempunyai kewajiban:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;a.  melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan  nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;b. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;c. mengembangkan kehidupan demokrasi;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;d. mewujudkan keadilan dan pemerataan;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;e. meningkatkan pelayanan dasar pendidikan;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;f. menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;g. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum  yang layak;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;h. mengembangkan sistem jaminan sosial;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;i. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;j. mengembangkan sumber daya produktif di daerah;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;k. melestarikan lingkungan hidup;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;l. mengelola administrasi kependudukan;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;m. melestarikan nilai sosial budaya;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;n. membentuk dan menerapkan  peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#800000;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;o. kewajiban lain yang diatur dalam peraturan  perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Download Undang-Undang Lengkap Disini: &lt;a href="http://www.gtzsfdm.or.id/documents/laws_n_regs/laws/2004/UU_32_2004_Pemerintahan%20Daerah.pdf" target="_blank"&gt;Download UU No 32 Tahun 2004 OTODA&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.3in; line-height: 150%; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Geostrategi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.3in; line-height: 150%; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pada awalnya geostrategi diartikan sebagai  geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai  metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum  dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena  tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama  Ketahanan Nasional. Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan  tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa  depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat  berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen  dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.3in; line-height: 150%; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi  terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis  Indonesia di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap  pergolakan berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap  Indonesia. Apalagi jalur suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa  negara melewati perairan Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur  Tengah dan Teluk Persia ke Jepang dan Amerika Serikat, misalnya,  seIndonesiar 70% pelayarannya melewati perairan Indonesia. Karenanya  sangat wajar bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur  pasokan minyak ini, termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat  Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan  lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Pasukan Beladiri Jepang secara berkala dan teratur mengadakan  latihan operasi jarak jauh untuk mengamankan area yang mereka sebut  sebagai "life line," yakni, radius sejauh 1000 mil laut hingga  menjangkau perairan Asia Tenggara. Hal yang sama juga dilakukan Cina,  Australia, India, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penutupan  jalur-jalur vital tersebut oleh negara-negara di seIndonesiarnya  (termasuk Indonesia.)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran strategis,  memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab pasti  dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara  memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di  Indonesia. Australia misalnya, sangat kuatir bila Indonesia  mengembangkan kekuatan angkatan laut, yang pada gilirannya dapat  memperketat pengendalian efektif semua jalur pelayaran di perairan  nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif';"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Penetapan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;sepihak selat Sunda dan selat  Lombok sebagai perairan internasional oleh Indonesia secara bersama-sama  ditolak oleh Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Jepang,  Inggris dan Selandia Baru. Tentu apabila dua selat ini menjadi perairan  teritorial Indonesia, maka semua negara yang melintas di wilayah  perairan ini harus tunduk kepada hukum nasional Indonesia, tanpa  mengabaikan kepentingan internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span class="article_separator"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="post-56 post type-post hentry category-uncategorized clear" id="post-56"&gt; 						&lt;h2&gt;Wawasan Nasional Bangsa Indonesia&lt;/h2&gt; 			&lt;small&gt;Oleh ryaluvfian&lt;/small&gt;  			&lt;div class="entry"&gt; 				&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Wawasan Nusantara dari kata “wawasan”.  Wawasan (Vision, out look “); Nusantara sebagai nama lain dari  Indonesia, berasal dari kata “nusa” (pulau) dan “antara”(selang, apit)  menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauaan (Archipelago)  yang antara wilayah perairan dan gugusan –gugusan pulau  yang terletak  antara Samudera Indonesia dan antara Benua Asia dan Benua Australia  merupakan satu kesatuan, tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian,  Wawasan Nusantara merupakan wawasan Nasional yang khas Indonesia sebagai  negara kepulauan dengan segala aspek kehidupan yang beragam.  Selanjutnya Wawasan Nusantara cara pandang dan sikap bangsa Indonesia  mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai  strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta  kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan terminology tersebut maka faktor-faktor yang melandasi  Wawasan Nusantara adalah berupa :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. Kondisi geografi negara&lt;br /&gt;   2. Sejarah perjuangan bangsa&lt;br /&gt;   3. Aspirasi bangsa berupa Pancasila sebagai UUD 1945&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga faktor tersebut merupakan unsur dari Wawasan Nusantara dalam  upaya mewujudkan tujuan Nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUJUAN WAWASAN NUSANTARA&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. a. Kedudukan Wawasan Nusantara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wawasan Nusantara sebagai cara hidup dan sikap Bangsa Indonesia  mengenai diri dan lingkungannya yang bernilai strategis mengutamakan  persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam upaya mencapai  tujuan nasionalnya merupakan landasan visional Indonesia dalam  menyelenggarakan kehidupan Nasionalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam paradigma pemecahan masalah nasional Indonesia, secara hirarkis  menunjukan stratifikasinya sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. Pancasila sebagai ideology dan dasar negara kedudukan sebagai  landasan idil;&lt;br /&gt;   2. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia berkedudukan  sebagai landasan visional;&lt;br /&gt;   3. Keathanan Nasional sebagai kondisi dinamik bangsa dan konsepsi  penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara berkedudukan sebagai  landasan konsepsional;&lt;br /&gt;   4. GBHN sebagai politik dan strategi Nasional, bekedudukan sebagai  landasan operasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. b. Fungsi Wawasan Nusantara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wawasan Nusantara sebagai wawasan Nasional bangsa Indonesia merupakan  penjabaran Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam menentukan  kebijaksanaan, keputusan dan tindakan bagi para penyelenggara negara  yang berlaku bagi segenap rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;   1. c. Tujuan Wawasan Nusantara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bertujuan untuk mewujudkan  rasa nasionalisme bangsa Indonesia yang berarti harus mendahulukan  kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentungan individu ataupun  kelompok dan golongan.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; 								 				&lt;p class="postmetadata alt"&gt; 					&lt;small&gt; 												Tulisan ini dikirim pada  pada Maret 22, 2010 12:32 pm dan  di isikan dibawah &lt;a href="http://ryaluvfian.wordpress.com/category/uncategorized/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized" rel="category tag"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;.  						Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui &lt;a href="http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/03/22/wawasan-nasional-bangsa-indonesia/feed/"&gt;RSS  2.0&lt;/a&gt; feed. r 													Anda dapat &lt;a href="http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/03/22/wawasan-nasional-bangsa-indonesia/#respond"&gt;merespon&lt;/a&gt;,  or &lt;a href="http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/03/22/wawasan-nasional-bangsa-indonesia/trackback/" rel="trackback"&gt;trackback&lt;/a&gt; dari website anda.  						 					&lt;/small&gt; 				&lt;/p&gt;  			&lt;/div&gt; 					&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-weight: bold;"&gt;Filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Istilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; ‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;’ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;etimologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;padanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;kata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;falsafah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; (Arab) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-style: italic;"&gt;philosophy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;) yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;berasal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;bahasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Yunani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-style: italic;"&gt;philosophia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;philosophia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; merupakan kata majemuk yang terususun dari kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;philos &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;philein&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; yang berarti kekasih, sahabat, mencintai dan kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic;"&gt;sophia&lt;/span&gt; yang berarti kebijaksanaan, hikmat, kearifan, pengetahuan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="O1" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.81in; text-indent: -0.31in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;demikian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; font-style: italic;"&gt;philosophia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;harafiah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;berarti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;mencintai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;kebijaksanaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;mencintai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;hikmat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;mencintai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pancasila sebagai suatu sistem filsafat :&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(73, 73, 112);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;  &lt;div style="line-height: 80%; margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/art2F03.tmp" alt="*" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Sila-sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kesatuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;organis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;antara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sila-sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;saling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berkaitan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;saling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berhubungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;saling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mengkualifikasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pemikiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;terkandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pemikiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berhubungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai-nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dimiliki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Landasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Ontologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Ontologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;menurut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Aristoteles&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;meyelidiki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;keberadaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;eksistensi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;disamakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;metafisika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;  &lt;div class="O1" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.81in; text-indent: -0.31in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ontologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;penyelidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dimaksudkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;upaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mengetahui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sila-sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O1" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.81in; text-indent: -0.31in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;terdiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; lima &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;setiap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bukanlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;asas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berdiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sendiri-sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;malainkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kesatuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ontologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O1" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.81in; text-indent: -0.31in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ontologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mutlak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;monopluralis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;monodualis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;disebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;antropologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ubyek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pendukung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pokok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sila-sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Landasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Epistemologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Epistemologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;cabang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;menyelidiki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;asal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;syarat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;susunan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;metode&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;validitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Secara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;epistemologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dimaksudkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;upaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mencari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berarti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;belief system&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;cita-cita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ideologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;harus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;unsur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;rasionalitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;terutama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kedudukannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;epistemologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dipisahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ontologisnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Maka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;epistemologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berkaitan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;erat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;konsep&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasarnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;      &lt;div class="O2" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 1.58in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Landasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Aksiologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Sila-sila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sistem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kesatuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;aksiologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai-nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;terkandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kesatuan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Aksiologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mengandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;arti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;membahas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Istilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;aksiologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berasal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Yunani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;axios&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manfaat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;logos &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pikiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ilmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;teori&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Aksiologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;teori&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;diinginkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;disukai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Bidang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;diselidiki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kriteria&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kedudukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;metafisika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;value &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berasal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; Latin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;valere&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kuat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berharga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kajian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merujuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sifatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;abstrak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;diartikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;keberhargaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;worth&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kebaikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37); font-style: italic;"&gt;goodness&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berguna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mengandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;harapan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;diinginkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;&lt;br /&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; material&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berguna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; vital&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berguna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;melaksanakana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kegiatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;aktivitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kerokhanian&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;segala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;berguna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;rohani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dibedakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;empat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;macam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O3" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 2.08in; text-indent: -0.42in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kebenaran&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bersumber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;akal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; (ratio, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;budi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;cipta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O3" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 2.08in; text-indent: -0.42in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;keindahan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;estetis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bersumber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;unsur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;perasaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;aesthetis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;, rasa) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O3" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 2.08in; text-indent: -0.42in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; moral, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bersumber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;unsur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kehendak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; (will, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;karsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="O3" style="margin-top: 2.88pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 2.08in; text-indent: -0.42in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Wingdings; font-size: 50%;"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;religius&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kerokhanian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;tertinggi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;mutlak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;religius&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;bersumber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kepada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;keyakinan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; color: rgb(11, 10, 37);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1713052452953544843?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1713052452953544843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/kewarganegaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1713052452953544843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1713052452953544843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/kewarganegaraan.html' title='Kewarganegaraan'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-6889116011759878409</id><published>2010-07-19T21:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T23:08:38.618-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi Data</title><content type='html'>1. Komunikasi Data&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus&lt;br /&gt;berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer&lt;br /&gt;dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui&lt;br /&gt;media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.&lt;br /&gt;Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena&lt;br /&gt;sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat&lt;br /&gt;berkomunikasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Komponen Komunikasi Data&lt;br /&gt;· Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data· Penerima, adalah piranti yang menerima data· Data, adalah informasi yang akan dipindahkan· Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk&lt;br /&gt;mengirimkan data· Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan&lt;br /&gt;hubungan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YfRK2dI/AAAAAAAAAHY/H5P9R1LZuh8/s1600/New+Picture.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YfRK2dI/AAAAAAAAAHY/H5P9R1LZuh8/s320/New+Picture.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495862013148715474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar. Komunikasi data&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Model Transmisi/komunikasi data. Arah isyarat mengalir di antara 2 peranti yg berhubung.&lt;br /&gt;. 3 jeni mod transmisi:&lt;br /&gt;– Simplex&lt;br /&gt;– Half-duplex&lt;br /&gt;– Full-duplex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simplex&lt;br /&gt;. Komunikasi berlaku dalam satu arah. Data transmisi mengalir mengikut satu arah&lt;br /&gt;  sahaja pada setiap masa.&lt;br /&gt;. Hanya satu sahaja drp 2 nod yg berhubung boleh menghantar isyarat, manakala&lt;br /&gt;  satu nod lagi hanya boleh menerima isyarat.&lt;br /&gt;. Contoh:– Papan kekunci piawai ~ hanya boleh menghantar data&lt;br /&gt;– Standard Monitor ~ hanya boleh menerima data&lt;br /&gt;- Radio, TV&lt;br /&gt;Half Duplex&lt;br /&gt;. Juga dikenali sbg komunikasi 2-talian (2-wire communications).&lt;br /&gt;. Setiap nod boleh menghantar dan menerima isyarat; TETAPI bukan dalam masa&lt;br /&gt;  yang sama.. Data boleh bergerak dalam dua arah tetapi pada satu arah dalam satu masa.&lt;br /&gt;. Apabila satu peranti menghantar, peranti lain hanya boleh menerima.&lt;br /&gt;. Contoh&lt;br /&gt;. walkie-talkie ~ hanya seorang boleh bercakap pd satu masa.&lt;br /&gt;Full Duplex&lt;br /&gt;. Juga dikenali sbg “duplex”; komunikasi 4-talian (4-wire communication).&lt;br /&gt;. Kedua2 stesen boleh menghantar dan menerima isyarat serentak.&lt;br /&gt;. Ia membenarkan data mengalir dalam mana-mana arah pada masa yg sama.&lt;br /&gt;. Contoh:– Telefon ~ 2 orang boleh bercakap dan mendengar pada masa yg sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital&lt;br /&gt;2.1 Sinyal Analog&lt;br /&gt;Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu,&lt;br /&gt;yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang.&lt;br /&gt;Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah&lt;br /&gt;amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus,&lt;br /&gt;mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal&lt;br /&gt;ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat&lt;br /&gt;mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang&lt;br /&gt;pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable&lt;br /&gt;dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.· Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.· Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.&lt;br /&gt;· Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YgwCf3I/AAAAAAAAAHg/OB4-zh2LScU/s1600/New+Picture+%281%29.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YgwCf3I/AAAAAAAAAHg/OB4-zh2LScU/s320/New+Picture+%281%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495862013546626930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar. Sinyal Analog&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2.2 Sinyal Digital&lt;br /&gt;Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami&lt;br /&gt;perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya&lt;br /&gt;memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau,&lt;br /&gt;tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data&lt;br /&gt;yang relatif dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua&lt;br /&gt;keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.&lt;br /&gt;Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit&lt;br /&gt;adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00,&lt;br /&gt;01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh&lt;br /&gt;kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YzYcsLI/AAAAAAAAAHo/xfQfiFZA64A/s1600/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YzYcsLI/AAAAAAAAAHo/xfQfiFZA64A/s320/New+Picture+%282%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495862018547953842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YzYcsLI/AAAAAAAAAHo/xfQfiFZA64A/s1600/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;Gambar. Sinyal Digital&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3. Protokol&lt;br /&gt;Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam&lt;br /&gt;sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain&lt;br /&gt;yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat&lt;br /&gt;berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda&lt;br /&gt;sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga&lt;br /&gt;pada masalah koneksi listrik.&lt;br /&gt;Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang&lt;br /&gt;ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Komponen Protokol&lt;br /&gt;1. Aturan atau prosedur&lt;br /&gt;· Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan&lt;br /&gt;· Mengatur proses transfer data2. Format atau bentuk· representasi pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kosakata (vocabulary)&lt;br /&gt;· Jenis pesan dan makna masing-masing pesan&lt;br /&gt;3.2 Fungsi Protokol&lt;br /&gt;Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan&lt;br /&gt;sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan&lt;br /&gt;dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Fragmentasi dan reassembly&lt;br /&gt;Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim&lt;br /&gt;menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi&lt;br /&gt;dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi&lt;br /&gt;paket informasi yang lengkap.&lt;br /&gt;· Encaptulation&lt;br /&gt;Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan&lt;br /&gt;address, kode-kode koreksi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Connection control&lt;br /&gt;Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection)&lt;br /&gt;komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun&lt;br /&gt;hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri&lt;br /&gt;hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Flow control&lt;br /&gt;Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Error controlDalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses&lt;br /&gt;pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control&lt;br /&gt;adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data&lt;br /&gt;dikirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Transmission serviceFungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data&lt;br /&gt;khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan&lt;br /&gt;data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Susunan ProtokolProtokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini&lt;br /&gt;mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam&lt;br /&gt;layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan&lt;br /&gt;dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini&lt;br /&gt;menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat&lt;br /&gt;merencanakan sebah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan&lt;br /&gt;interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.&lt;br /&gt;3.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)&lt;br /&gt;ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol&lt;br /&gt;komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection)&lt;br /&gt;Reference Model.Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat&lt;br /&gt;terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan&lt;br /&gt;yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.&lt;br /&gt;1. Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource&lt;br /&gt;jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan:&lt;br /&gt;· File transfer dan metode akses· Pertukaran job dan manipulasi&lt;br /&gt;· Pertukaran pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.&lt;br /&gt;· Negosiasi sintaksis untuk transfer&lt;br /&gt;· Transformasi representasi data3. Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)&lt;br /&gt;· Kontrol dialog dan sinkronisasi· Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Transport Layer:&lt;br /&gt;· Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung· Manajemen koneksi· Kontrol kesalahan&lt;br /&gt;· Fragmentasi· Kontrol aliran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.&lt;br /&gt;· Routing· Pengalamatan secara lojik&lt;br /&gt;· setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)&lt;br /&gt;6. Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.&lt;br /&gt;· Penyusunan frame· Transparansi data&lt;br /&gt;· Kontrol kesalahan (error-detection)&lt;br /&gt;· Kontrol aliran (flow)&lt;br /&gt;7. Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal&lt;br /&gt;data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Router, Bridge dan Repeater&lt;br /&gt;4.1 Router&lt;br /&gt;Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang&lt;br /&gt;berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk :&lt;br /&gt;· Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang&lt;br /&gt;berbeda.&lt;br /&gt;· Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;· Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang&lt;br /&gt;lebih kecil dan mudag untuk dikelola.· Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersediadapat diakses oleh siapa saja.&lt;br /&gt;· Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.&lt;br /&gt;· Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara&lt;br /&gt;membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5ZAzScHI/AAAAAAAAAHw/UaXTFYKu-UE/s1600/New+Picture+%283%29.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5ZAzScHI/AAAAAAAAAHw/UaXTFYKu-UE/s320/New+Picture+%283%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495862022150189170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar. Fungsi Router&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4.2 Bridge&lt;br /&gt;Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama&lt;br /&gt;(ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing&lt;br /&gt;jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang&lt;br /&gt;tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge&lt;br /&gt;memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman&lt;br /&gt;dan penerimaan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5ZkDrEjI/AAAAAAAAAH4/rBN21ma1UOQ/s1600/New+Picture+%284%29.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5ZkDrEjI/AAAAAAAAAH4/rBN21ma1UOQ/s320/New+Picture+%284%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495862031614153266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar. Fungsi Bridge pada jaringan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;· Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun,&lt;br /&gt;panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan&lt;br /&gt;· Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data&lt;br /&gt;antar dua segmen jaringan&lt;br /&gt;· Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun&lt;br /&gt;· Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge&lt;br /&gt;dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan&lt;br /&gt;menghubungkan langsung dua sistem tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Repeater&lt;br /&gt;Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal&lt;br /&gt;atau isyarat yang melewatinya, Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater&lt;br /&gt;memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk&lt;br /&gt;memperbesar batasan panjang satu segmen. Sehingga dapat digunakan untuk&lt;br /&gt;memperpanjang jangkauan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU29Q68AxI/AAAAAAAAAHQ/dHic2-GdK2U/s1600/New+Picture+%285%29.bmp"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU29Q68AxI/AAAAAAAAAHQ/dHic2-GdK2U/s320/New+Picture+%285%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495859346417648402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gambar. Fungsi Repeater&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;© 2004 oleh Muh. Zaki Riyanto – email: zaki@mail.ugm.ac.id – http://zaki.web.ugm.ac.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-6889116011759878409?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/6889116011759878409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/komunikasi-data.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6889116011759878409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6889116011759878409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/komunikasi-data.html' title='Komunikasi Data'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TEU5YfRK2dI/AAAAAAAAAHY/H5P9R1LZuh8/s72-c/New+Picture.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1499417495415801832</id><published>2010-07-19T17:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T17:18:31.051-07:00</updated><title type='text'>SSH DAN SFTP</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dasar Teori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secure Shell, Secure Copy &amp; Secure FTP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secure Shell (ssh) adalah suatu protokol yang memfasilitasi sistem komunikasi yang aman diantara dua sistem yang menggunakan arsitektur client/server, serta memungkinkan seorang user untuk login ke server secara remote. Berbeda dengan telnet dan ftp yang menggunakan plain text, SSH meng-enkripsi data selama proses komunikasi sehingga menyulitkan penyusup/intruder yang mencoba mendapatkan password yang tidak dienkripsi. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan.&lt;br /&gt;SSH dirancang untuk menggantikan service-service di sistem unix/linux yang menggunakan sistem plain-text seperti telnet, ftp, rlogin, rsh, rcp, dll). Untuk menggantikan fungsi ftp dapat digunakan sftp (secure ftp), sedangkan untuk menggantikan rcp (remote copy) dapat digunakan scp (secure copy).&lt;br /&gt;Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda dirusak setelahnya. &lt;br /&gt;Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH, aplikasi ini telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux.  Redhat Linux versi 9 sudah menyediakan program tersebut dalam format RPM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur-fitur SSH&lt;br /&gt;Protokol SSH menyediakan layanan sbb.: &lt;br /&gt;• Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah   &lt;br /&gt;        host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.&lt;br /&gt;• Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik &lt;br /&gt;        enkrisp 128 bit.&lt;br /&gt;• Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 &lt;br /&gt;        bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.&lt;br /&gt;• Client dapat memforward aplikasi Xwindows / X11 ke server, layanan &lt;br /&gt;        ini dibuat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FTP SERVER&lt;br /&gt; FTP menggunakan protokol transport TCP untuk mengirimkan data/file. TCP dipakai sebagai protokol transport karena protokol ini memberikan garansi pengiriman dengan FTP yang dapat memungkinkan user mengakses file dan direktori secara interaktif, diantaranya :&lt;br /&gt;• Melihat daftar file pada direktori remote dan lokal.&lt;br /&gt;• Menganti nama dan menghapus file.&lt;br /&gt;• Transfer file dari komputer remote ke lokal (download).&lt;br /&gt;• Transfer file dari komputer lokal ke remote (upload).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme FTP&lt;br /&gt;Contoh aplikasi FTP server :&lt;br /&gt;- Proftpd&lt;br /&gt;- Vsftpd&lt;br /&gt;- Wuftpd&lt;br /&gt;- IIS (didalamnya terdapat  FTP Server)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh aplikasi FTP client&lt;br /&gt;- CuteFTP, Wget&lt;br /&gt;- WsFTP&lt;br /&gt;- GetRight&lt;br /&gt;- AbsoluteFTP&lt;br /&gt;- SmartFTP &lt;br /&gt;- Filezilla( Mendukung SFTP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1499417495415801832?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1499417495415801832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/ssh-dan-sftp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1499417495415801832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1499417495415801832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/ssh-dan-sftp.html' title='SSH DAN SFTP'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-6660470016596335069</id><published>2010-07-19T03:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T05:32:16.638-07:00</updated><title type='text'>Mikrotik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;Setup  Mikrotik sebagai Gateway server&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;MikroTik  RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan  sebagai&lt;br /&gt;network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi  penggunanya. Administrasinya bisa&lt;br /&gt;dilakukan melalui Windows  application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada&lt;br /&gt;Standard  computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan  resource&lt;br /&gt;yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya  sebagai gateway. Untuk&lt;br /&gt;keperluan beban yang besar ( network yang  kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk&lt;br /&gt;mempertimbangkan  pemilihan resource PC yang memadai.&lt;br /&gt;Fasilitas pada mikrotik antara  lain sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;-  Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.&lt;br /&gt;- Statefull firewall&lt;br /&gt;- HotSpot  for Plug-and-Play access&lt;br /&gt;- remote winbox GUI admin&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;Lebih  lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian  Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi  terhadap&lt;br /&gt;segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24  jam saja. Kita bisa membeli software&lt;br /&gt;mikrotik dalam bentuk CD yang  diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita&lt;br /&gt;membeli  DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC  kita.&lt;br /&gt;Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang  dikonfigurasikan untuk jaringan&lt;br /&gt;sederhana sebagai gateway server.&lt;br /&gt;1.  Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang  DOM.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;MikroTik  v2.9.7&lt;br /&gt;Login: admin&lt;br /&gt;Password:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai langkah ini  kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin&lt;br /&gt;dan  tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;3.  Untuk keamanan ganti password default&lt;br /&gt;[admin@Mikrotik] &gt; password&lt;br /&gt;old  password: *****&lt;br /&gt;new password: *****&lt;br /&gt;retype new password: *****&lt;br /&gt;[admin@  Mikrotik]] &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah  ini nama server akan diganti menjadi “Waton”&lt;br /&gt;[admin@Mikrotik] &gt;  system identity set name=Waton&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;5.  Melihat interface pada Mikrotik Router&lt;br /&gt;[admin@Mikrotik] &gt;  interface print&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running&lt;br /&gt;#  NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU&lt;br /&gt;0 R ether1 ether 0 0 1500&lt;br /&gt;1 R ether2  ether 0 0 1500&lt;br /&gt;[admin@Mikrotik] &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;6. Memberikan IP  address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk&lt;br /&gt;koneksi  ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk  network local&lt;br /&gt;kita dengan IP 172.16.0.1&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt; ip  address add address=192.168.0.1&lt;br /&gt;netmask=255.255.255.0 interfac&lt;br /&gt;e=ether1&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt; ip address add address=172.16.0.1&lt;br /&gt;netmask=255.255.255.0  interfac&lt;br /&gt;e=ether2&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah  kita berikan&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;ip address print&lt;br /&gt;Flags: X -  disabled, I - invalid, D - dynamic&lt;br /&gt;# ADDRESS NETWORK BROADCAST  INTERFACE&lt;br /&gt;0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1&lt;br /&gt;1  172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;8.  Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet  adalah&lt;br /&gt;192.168.0.254&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt; /ip route add  gateway=192.168.0.254&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt; ip route print&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,&lt;br /&gt;C  - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf&lt;br /&gt;# DST-ADDRESS  PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE&lt;br /&gt;0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1  ether2&lt;br /&gt;1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1&lt;br /&gt;2 A S 0.0.0.0/0 r  192.168.0.254 ether1&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;10. Tes Ping ke  Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;  ping 192.168.0.254&lt;br /&gt;192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time&lt;1 ttl="64" max =" 0/0.0/0"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;11. Setup DNS pada Mikrotik Routers&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt; ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=&lt;br /&gt;no&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt; ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=&lt;br /&gt;no&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;12.  Melihat konfigurasi DNS&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt; ip dns print&lt;br /&gt;primary-dns:  192.168.0.10&lt;br /&gt;secondary-dns: 192.168.0.11&lt;br /&gt;allow-remote-requests:  no&lt;br /&gt;cache-size: 2048KiB&lt;br /&gt;cache-max-ttl: 1w&lt;br /&gt;cache-used: 16KiB&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt; ping yahoo.com&lt;br /&gt;216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms&lt;br /&gt;10  packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss&lt;br /&gt;round-trip  min/avg/max = 571/571.0/571 ms&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt;&lt;br /&gt;Jika sudah  berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;14. Setup  Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server  maka agar&lt;br /&gt;client computer pada network dapat terkoneksi ke internet  perlu kita masquerading.&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt; ip firewall nat add  action=masquerade outinterface=&lt;br /&gt;ether1&lt;br /&gt;chain: srcnat&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;15. Melihat konfigurasi Masquerading&lt;br /&gt;[admin@Waton] ip  firewall nat print&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic&lt;br /&gt;0  chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade&lt;br /&gt;[admin@Waton]  &gt;&lt;br /&gt;Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi  dari jaringan local. Dan jika&lt;br /&gt;berhasil berarti kita sudah berhasil  melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway&lt;br /&gt;server. Setelah  terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox&lt;br /&gt;yang  bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.  Misal Ip address server&lt;br /&gt;mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka  http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.&lt;br /&gt;Jika kita  menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu  kita setup&lt;br /&gt;dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;1.Buat  IP address pool&lt;br /&gt;/ip pool add name=dhcp-pool  ranges=172.16.0.10-172.16.0.20&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;2. Tambahkan DHCP  Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client&lt;br /&gt;Pada  contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1&lt;br /&gt;/ip  dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;3.  Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface  ether2 )&lt;br /&gt;/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;4.  Lihat status DHCP server&lt;br /&gt;[admin@Waton] &gt; ip dhcp-server print&lt;br /&gt;Flags:  X - disabled, I - invalid&lt;br /&gt;# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL  LEASE-TIME ADD-ARP&lt;br /&gt;0 X dhcp1 ether2&lt;br /&gt;Tanda X menyatakan bahwa DHCP  server belum enable maka perlu dienablekan terlebih&lt;br /&gt;dahulu pada  langkah 5.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp  servernya&lt;br /&gt;/ip dhcp-server enable 0&lt;br /&gt;kemudian cek kembali  dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti&lt;br /&gt;sudah  aktif.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;6. Tes Dari client&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;http://mikrotik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-6660470016596335069?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/6660470016596335069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/mikrotik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6660470016596335069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6660470016596335069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/mikrotik.html' title='Mikrotik'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-3765720293435481256</id><published>2010-07-19T00:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T06:21:36.412-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Jaringan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CUser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1060784617; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2060509232 327030870 393485030 1514184054 785799018 370736050 1631849360 -45825262 482609384 2551132;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="entrytitle"&gt; 			&lt;h2&gt;&lt;a href="http://noegroz.wordpress.com/2007/07/24/manajemen-jaringan-sebuah-tinjauan/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke Manajemen Jaringan —  Tinjauan Umum"&gt;Manajemen Jaringan — Tinjauan Umum&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  			&lt;h3&gt;Juli 24, 2007&lt;/h3&gt; 		&lt;/div&gt; 		&lt;div class="entrybody"&gt; 			&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pada awal 1980-an, jaringan komputer  mulai berkembang dan saling terkoneksi. Kebutuhan akan sebuah manajemen  jaringan semakin meningkat karena jaringan yang terus berkembang  membesar semakin sulit untuk dikelola dengan baik. Salah satu bentuk  manajemen jaringan yang paling kuno adalah &lt;em&gt;remote login&lt;/em&gt;, yang  digunakan untuk memonitor atau melakukan konfigurasi sebuah perangkat  jaringan. Saat ini, banyak metode manajemen jaringan yang dapat ditemui.  Manajemen jaringan merupakan sebuah persyaratan bagi semua orang yang  ingin mengontrol dan memonitor jaringannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-61"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Fungsi Manajemen Jaringan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajeman jaringan merupakan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor  sebuah jaringan komputer dari sebuah lokasi. &lt;em&gt;The International  Organization for Standardization&lt;/em&gt; (ISO) mendefinisikan sebuah model  konseptual untuk menjelaskan fungsi manajemen jaringan.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen Kesalahan (&lt;em&gt;Fault Management&lt;/em&gt;), menyediakan  fasilitas yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengetahui  kesalahan (&lt;em&gt;fault&lt;/em&gt;) pada perangkat yang dikelola, jaringan, dan  operasi jaringan, agar dapat segera menentukan apa penyebabnya dan dapat  segera mengambil tindakan (perbaikan). Untuk itu, manajemen kesalahan  memiliki mekanisme untuk:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melaporkan terjadinya kesalahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencatat laporan kesalahan (&lt;em&gt;logging&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan diagnosis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengoreksi kesalahan (dimungkinkan secara otomatis)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen Konfigurasi (&lt;em&gt;Configuration Management&lt;/em&gt;), memonitor  informasi konfigurasi jaringan sehingga dampak dari perangkat keras  atau pun lunak tertentu dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat  dilakukan dengan kemampuan untuk inisialisasi, konfigurasi ulang,  pengoperasian, dan mematikan perangkat yang dikelola.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaporan (&lt;em&gt;Accounting&lt;/em&gt;), mengukur utilisasi jaringan dari  pengguna atau grup tertentu untuk:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan informasi tagihan (&lt;em&gt;billing&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatur pengguna atau grup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu dalam menjaga performa jaringan pada level tertentu yang  dapat diterima&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen Performa (&lt;em&gt;Performance Management&lt;/em&gt;), mengukur  berbagai aspek dari performa jaringan termasuk pengumpulan dan analisis  dari data statistik sistem sehingga dapat dikelola dan dipertahankan  pada level tertentu yang dapat diterima. Untuk itu, manajemen performa  memiliki kemampuan untuk:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memperoleh utilisasi dan tingkat kesalahan dari perangkat jaringan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempertahankan performa pada level tertentu dengan memastikan  prangkat memiliki kapasitas yang mencukupi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen Keamanan (&lt;em&gt;Security Management&lt;/em&gt;), mengatur akses ke  sumber daya jaringan sehingga informasi tidak dapat diperoleh tanpa  izin. Hal tersebut dilakukan dengan cara:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membatasi akses ke sumber daya jaringan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi pemberitahuan akan adanya usaha pelanggaran dan pelanggaran  keamanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur Manajemen Jaringan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a title="ct845602.png" href="http://noegroz.files.wordpress.com/2007/07/ct845602.png"&gt;&lt;img src="http://noegroz.files.wordpress.com/2007/07/ct845602.png?w=480" alt="ct845602.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arsitektur terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Network Management Station&lt;/em&gt; (NMS), menjalankan aplikasi  manajemen jaringan yang mampu mengumpulkan informasi mengenai perangkat  yang dikelola dari agen manajemen yang terletak dalam perangkat.  Aplikasi manajemen jaringan harus memproses data dalam jumlah yang  besar, bereaksi terhadap peristiwa tertentu (&lt;em&gt;event&lt;/em&gt;), dan  mempersiapkan informasi yang relevan untuk ditampilkan. NMS biasanya  memiliki &lt;em&gt;console&lt;/em&gt; kendali dengan sebuah antarmuka GUI yang  memungkinkan pengguna untuk melihat representasi grafis dari jaringan,  mengontrol perangkat dalam jaringan yang dikelola, dan memprogram  aplikasi manajemen jaringan. Beberapa aplikasi manajemen jaringan dapat  diprogram untuk bereaksi terhadap informasi yang didapat dari agen  manajemen dan/atau mengeset nilai ambang(&lt;em&gt;threshold&lt;/em&gt;) dengan  cara:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melakukan tes dan koreksi otomatis (konfigurasi ulang, mematikan  perangkat yang dikelola)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencatat yang terjadi pada jaringan (&lt;em&gt;logging&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi status dan peringatan pada pengguna&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perangkat yang dikelola, berupa semua jenis perangkat yang berada  dalam jaringan, seperti komputer, printer, atau pun router. Dalam  perangkat, terdapat agen manajemen.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Agen manajemen, memberikan informasi mengenai perangkat yang  dikelola kepada NMS dan dapat juga menerima informasi kendali/kontrol.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Protokol manajemen jaringan, digunakan oleh NMS dan agen manajemen  untuk bertukar informasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Informasi manajemen, merupakan informasi yang dipertukarkan antara  NMS dan agen manajemen yang memungkinkan proses monitor dan kontrol dari  perangkat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Perangkat lunak manajemen jaringan (aplikasi manajemen jaringan dan  agen) biasanya berdasarkan pada protokol manajemen jaringan tertentu dan  kemampuan manajemen jaringan yang diberikan oleh perangkat lunak  biasanya berdasarkan pada fungsi yang didukung oleh protokol manajemen  jaringan. Pemilihan perangkat lunak manajemen jaringan ditentukan oleh:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lingkungan jaringan (jangkauan dan sifat jaringan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persyaratan manajemen jaringan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem operasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Protokol manajemen jaringan yang paling umum digunakan adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Simple Network Management Protocol&lt;/em&gt; (SNMP)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Common Management Information Protocol&lt;/em&gt; (CMIP)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;SNMP merupakan protokol yang paling banyak digunakan pada lingkungan  jaringan lokal (LAN). Sedangkan, CMIP digunakan pada lingkungan  telekomunikasi, dimana jaringan lebih besar dan kompleks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;— disadur dari : &lt;a href="http://www.sei.cmu.edu/str/descriptions/network.html" target="_blank"&gt;Network Management–An Overview&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;					&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Router is….?&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; Switch&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;. &lt;i&gt;Switch&lt;/i&gt; merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Local &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Area Network&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt; (LAN). &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Jenis-jenis router&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Ada tiga &lt;b&gt;jenis&lt;/b&gt; &lt;b&gt;router&lt;/b&gt; yang biasa digunakan dalam &lt;b&gt;jaringan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;komputer&lt;/b&gt;, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Router PC (OS Installation)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Router Aplication (Winroute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy) di install pada OS utama &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Router Hardware.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Keuntungan Menggunakan Router&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Isolasi trafik broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban jaringan karena trafik jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih mudah dikonfigurasi daripada bridge. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi diisolasi pada LAN tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kerugian Menggunakan Router&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Tergantung pada protokol. Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Biaya. Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada bridge. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Pengalokasian alamat. Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Sistem tak terjangkau. Penggunaan routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Router versus Bridge&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Cara kerja &lt;i&gt;router&lt;/i&gt; mirip dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Bridge Jaringan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;, yakni mereka dapat meneruskan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Paket data jaringan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt; dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, &lt;i&gt;router&lt;/i&gt; berjalan pada lapisan ketiga pada &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Model OSI (Lapisan Jaringan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt; dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Alamat IP&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Sementara itu, &lt;i&gt;bridge&lt;/i&gt; jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;(lapisan data-link),&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt; dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;MAC adress&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Apa Itu Mikrotik?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagipenggunanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application(WinBox). Webbrowser serta via Remote Shell (telnet dan SSH). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadi kan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besaruntuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Untuk keperluan&lt;br /&gt;beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll)disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;-  Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.&lt;br /&gt;- Statefull firewall, Proxy&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;- HotSpot for Plug-and-Play access&lt;br /&gt;- remote winbox GUI admin &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus&lt;br /&gt;membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial&lt;br /&gt;hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam&lt;br /&gt;bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM).&lt;br /&gt;Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan&lt;br /&gt;DOM pada slot IDE PC kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Aplikasi Router?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Linux OS. (IPTable)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Windows NT/XP/WIN2000&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(Internet Connection Sharing)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Clark Connect.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Mikrotik.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Endian Firewall Community.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-3765720293435481256?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/3765720293435481256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/manajemen-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3765720293435481256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3765720293435481256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/manajemen-jaringan.html' title='Manajemen Jaringan'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-2626589206655061010</id><published>2010-07-18T08:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T09:42:40.213-07:00</updated><title type='text'>Java</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa Mempelajari JAVA?&lt;br /&gt;Berdasarkan white paper resmi dari SUN, Java memiliki karakteristik berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sederhana (Simple)&lt;br /&gt;    Bahasa pemrograman Java menggunakan Sintaks mirip dengan C++ namun sintaks pada Java telah banyak diperbaiki terutama menghilangkan penggunaan pointer yang rumit dan      multiple inheritance. Java juga menggunakan automatic memory allocation dan memory garbage collectin.&lt;br /&gt;2. Berorientasi objek (Object Oriented)&lt;br /&gt;    Java mengunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan interaksi antar objek-objek tersebut.&lt;br /&gt;3. Terdistribusi (Distributed)&lt;br /&gt;    Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya libraries networking yang terintegrasi pada Java.&lt;br /&gt;4. Interpreted&lt;br /&gt;    Program Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;5. Robust&lt;br /&gt;   Java mempuyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada Java mempunyai kemampuan mendeteksi error secara lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lain. Java mempunyai runtime-Exception handling untuk membantu mengatasi error pada pemrograman.&lt;br /&gt;6. Secure&lt;br /&gt;   Sebagai bahasa pemrograman untuk aplikasi internet dan terdistribusi, Java memiliki beberapa mekanisme keamanan untuk menjaga aplikasi tidak digunakan untuk merusak sistem komputer yang menjalankan aplikasi tersebut.&lt;br /&gt;7. Architecture Neutral&lt;br /&gt;    Program Java merupakan platform independent. Program cukup mempunyai satu buah versi yang dapat dijalankan pada platform berbeda dengan Java Virtual Machine.&lt;br /&gt;8. Portable&lt;br /&gt;   Source code maupun program Java dapat dengan mudah dibawa ke platform yang berbeda-beda tanpa harus dikompilasi ulang.&lt;br /&gt;9. Performance&lt;br /&gt;    Performance pada Java sering dikatakan kurang tinggi. Namun performance Java dapat ditingkatkan menggunakan kompilasi Java lain seperti buatanInprise, Microsoft ataupun Symantec yang menggunakan Just In Time Compilers (JIT).&lt;br /&gt;10. Multithreaded&lt;br /&gt;    Java mempunyai kemampuan untuk membuat suatu program yang dapat melakukan beberapa pekerjaan secara sekaligus dan simultan.&lt;br /&gt;11. Dynamic&lt;br /&gt;      Java didesain untuk dapat dijalankan pada lingkungan yang dinamis. Perubahan pada suatu class dengan menambahkan properties ataupun method dapat dilakukan tanpa menggangu program yang menggunakan class tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;VARIABEL DAN TIPE DATA&lt;br /&gt;         Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman dengan sifat strongly typed yang artinya diharuskan mendeklarasikan tipe data dari semua variabel, dan apabila lupa atau salah mengikuti aturan pendeklarasian variabel, maka akan mendapatkan error pada saat proses kompilasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tipe Data&lt;br /&gt;Java memiliki tipe data yang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu tipe data primitif dan referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tipe Data Primitif&lt;br /&gt;Delapan macam tipe data primitif dalam pemrograman Java, yaitu :&lt;br /&gt;a. Integer ( Bilangan Bulat )&lt;br /&gt;      Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila&lt;br /&gt;tidak berurusan dengan pecahan atau bilangan desimal. Tipe data&lt;br /&gt;numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe  Deskripsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Byte  Memiliki nilai integer dari -128 sampai +127 dan menempati 1 byte ( 8 bits ) di memori&lt;br /&gt;Short Memiliki nilai integer dari -32768 sampai 32767 dan menempati 2 bytes ( 16 bits ) di    &lt;br /&gt;           memori&lt;br /&gt;Int     Memiliki nilai integer dari -2147483648 sampai 2147483647 dan menempati 4 bytes ( 32  &lt;br /&gt;           bits ) di memori&lt;br /&gt;Long  Memiliki nilai dari -9223372036854775808 sampai 9223372036854775807 dan &lt;br /&gt;           menempati 8 bytes ( 64 bits ) di memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Bilangan integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short maupun long. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan negatif ( signed number ). Tipe data byte dan short hanya digunakan pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori. Sedangkan long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Floating Point ( Bilangan Pecahan )&lt;br /&gt;Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe      Deskripsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Float       memiliki nilai -3.4x108 sampai +3.4x108 dan menempati 4 byte di memori&lt;br /&gt;Double    memiliki nilai -1.7x10308 sampai +1.7x10308 Semua bilangan pecahan atau&lt;br /&gt;                desimal dalam Java tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       diakhiri huruf f akan dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F. Misalnya : 4.22 F atau 2.314f. Sedangkan untuk bilangan double, bisa menambah dengan huruf D, karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai double.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Char&lt;br /&gt;         Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda ‘ ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif, tetapi sudah merupakan sebuah objek. Tipe char mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boolean&lt;br /&gt;           Dalam Java dikenal tipe data boolean yang terdiri dari dua nilaisaja, yaitu true dan false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering digunakan untuk menentukan alur program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EXCEPTION&lt;br /&gt;       Exception adalah event yang terjadi ketika program menemui kesalahan pada&lt;br /&gt;saat instruksi program dijalankan. Banyak hal yang dapat menimbulkan event ini,&lt;br /&gt;misalnya crash, harddisk rusak dengan tiba-tiba, sehingga program-program tidak&lt;br /&gt;bisa mengakses file-file tertentu. Programmer pun dapat menimbulkan event ini,&lt;br /&gt;misalnya dengan melakukan pembagian dengan bilangan nol, atau pengisian elemen&lt;br /&gt;array melebihi jumlah elemen array yang dialokasikan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Exception terdiri dari dua macam kelompok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exception yang merupakan subclass RunTimeException&lt;br /&gt;Exception yang bukan subclass RunTimeException&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RunTimeException biasanya disebabkan oleh kesalahan program atau pada desain&lt;br /&gt;program. Misalnya NullPointerException yang disebabkan oleh proses inisialisasi&lt;br /&gt;program yang tidak sempurna dan ArrayIndexOutOfBoundsException yang&lt;br /&gt;disebabkan akses array yang melebihi kapasitas array yang ada.&lt;br /&gt;Dalam bahasa Java, ketika terjadi kesalahan, otomatis akan dilemparkan&lt;br /&gt;sebuah objek yang disebut exception, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut oleh&lt;br /&gt;fungsi-fungsi yang siap menangani kesalahan tersebut. Proses pelemparan exception&lt;br /&gt;tersebut sering dikenal dengan istilah throwing exception, sedangkan proses&lt;br /&gt;penerimaan exception yang bersangkutan dikenal dengan istilah catch exception.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Blok Try – Catch&lt;br /&gt;     Untuk penanganan exception, dalam Java digunakan blok try dan catch. Blok&lt;br /&gt;try digunakan untuk menempatkan kode-kode program Java yang mengandung kode&lt;br /&gt;program yang mungkin melemparkan exception. Blok catch digunakan untuk&lt;br /&gt;menempatkan kode-kode program Java yang digunakan untuk menangani sebuah&lt;br /&gt;exception tertentu.&lt;br /&gt;Setelah kita tambahkan blok try – catch untuk mengatasi error yang terjadi,&lt;br /&gt;maka program akan menampilkan pesan error bahwa ada error yang terjadi pada&lt;br /&gt;konsol. Sintaks blok try – catch adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Try&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;... kode program yang mungkin menghasilkan exception&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;Catch {exception xx}{...}&lt;br /&gt;Catch {exception xx}{...}&lt;br /&gt;Latihan 34. TryCatch.java&lt;br /&gt;import java.io.*;&lt;br /&gt;class TryCatch {&lt;br /&gt;public static void main(String[] args) {&lt;br /&gt;try{&lt;br /&gt;System.out.println("Masuk 1 dari try catch");&lt;br /&gt;File test = new File("c:\test.txt");&lt;br /&gt;System.out.println("Masuk 2 dari try catch");&lt;br /&gt;test.createNewFile();&lt;br /&gt;System.out.println("Masuk 3 dari try catch");&lt;br /&gt;}catch(java.io.IOException e) {&lt;br /&gt;//code untuk menangani ekpsesi&lt;br /&gt;System.out.println("Keluar dari try catch");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;B. Objek Exception&lt;br /&gt;Objek exception yang dihasilkan dapat kita manfaatkan untuk mengetahui&lt;br /&gt;lebih lanjut mengenai error atau exception yang terjadi. Exception merupakan&lt;br /&gt;subclass dari class Throwable yang mendefinisikan beberapa method yang juga&lt;br /&gt;diwarisi oleh exception.&lt;br /&gt;Tiga method yang penting adalah :&lt;br /&gt;getMessage()&lt;br /&gt;Method ini mengembalikan isi pesan untuk menggambarkan exception yang&lt;br /&gt;terjadi.&lt;br /&gt;printStackTrace()&lt;br /&gt;Method ini menampilkan pesan error dan stack trace ke standard error output&lt;br /&gt;stream yang biasanya merupakan konsol windows apabila program&lt;br /&gt;merupakan program konsol.&lt;br /&gt;printStackTrace(PrintStream s)&lt;br /&gt;Method ini menampilkan pesan error ke objek PrintStream yang dijadikan&lt;br /&gt;parameter. Apabila ingin menampilkan pesan ke konsol, kita dapat&lt;br /&gt;menggunakan System.out sebagai parameter.&lt;br /&gt;C. Blok Try – Catch – Finally&lt;br /&gt;Selain try – catch, kita dapat mendefinisikan blok try – catch dan finally yang&lt;br /&gt;memiliki proses yang lebih lengkap, karena pada finally kita dapat mendefinisikan&lt;br /&gt;kode program yang selalu dieksekusi, baik ada exception yang terjadi maupun bila&lt;br /&gt;tidak terjadi exception sama sekali.&lt;br /&gt;Latihan 35. TryCatchFinally.java&lt;br /&gt;class TryCatchFinally {&lt;br /&gt;public static void methodLain(int i)&lt;br /&gt;throws java.io.CharConversionException {&lt;br /&gt;System.out.println("Buka file");&lt;br /&gt;try{&lt;br /&gt;System.out.println("Proses file");&lt;br /&gt;System.out.println(i);&lt;br /&gt;if(i==0)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;System.out.println("True 1");&lt;br /&gt;throw new java.io.CharConversionException("Test Eksepsi");&lt;br /&gt;//System.out.println("True 2"); error&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;else&lt;br /&gt;System.out.println("False");&lt;br /&gt;}catch(java.io.CharConversionException e) {&lt;br /&gt;System.out.println("Penanganan Eksepsi dalam method methodLain()");&lt;br /&gt;throw e; //Eksepsi dilempar ke luar method&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;System.out.println("Tutup file");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public static void main(String[] args) {&lt;br /&gt;try{&lt;br /&gt;System.out.println(args.length);&lt;br /&gt;methodLain(args.length);&lt;br /&gt;}catch(java.io.CharConversionException e) {&lt;br /&gt;System.out.println("Penanganan Eksepsi dalam method main()");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Membuat Class Exception Baru&lt;br /&gt;      Kita dapat membuat class baru yang mewarisi class exception dari&lt;br /&gt;java.lang.Exception. Kadangkala kita perlu mendefinisikan class exception yang&lt;br /&gt;lebih spesifik untuk keperluan tertentu, supaya penanganan exception dapat lebih&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;THREAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat&lt;br /&gt;aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas&lt;br /&gt;tersendiri. Dengan adanya thread, dapat membuat program yang lebih efisien dalam&lt;br /&gt;hal kecepatan maupun penggunaan sumber daya, karena kita dapat membagi proses&lt;br /&gt;dalam aplikasi kita pada waktu yang sama. Thread umumnya digunakan untuk&lt;br /&gt;pemrograman multitasking, networking, yang melibatkan pengaksesan ke sumber&lt;br /&gt;daya secara konkuren.&lt;br /&gt;Ada dua cara yang bisa digunakan dalam membuat sebuah thread, yaitu :&lt;br /&gt;Membuat subclass dari thread&lt;br /&gt;Untuk menjalankan thread, dapat dilakukan dengan memanggil method&lt;br /&gt;start(). Saat start() dijalankan, maka sebenarnya method run() dari class akan&lt;br /&gt;dijalankan. Jadi untuk membuat thread, harus mendefinisikan method run()&lt;br /&gt;pada definisi class. Konstruktor dari cara ini adalah :&lt;br /&gt;ClassThread namavar = new ClassThread();&lt;br /&gt;Namavar.start();&lt;br /&gt;Atau dapat juga langsung dengan cara:&lt;br /&gt;New ClassThread().start();&lt;br /&gt;Mengimplementasikan interface Runnable&lt;br /&gt;Cara ini merupakan cara yang paling sederhana dalam membuat thread.&lt;br /&gt;Runnable merupakan unit abstrak, yaitu kelas yang mengimplementasikan&lt;br /&gt;interface ini hanya cukup mengimplementasikan fungsi run(). Dalam&lt;br /&gt;mengimplementasi fungsi run(), kita akan mendefinisikan instruksi yang&lt;br /&gt;membangun sebuah thread. Konstruktor dari cara ini adalah :&lt;br /&gt;ObjekRunnable objek = new ObjekRunnable();&lt;br /&gt;Thread namavar = new Thread(Objek Runnable);&lt;br /&gt;Atau dengan cara singkat seperti :&lt;br /&gt;New Thread(new ObjekRunnable());&lt;br /&gt;A. Daemon Dan User Thread&lt;br /&gt;Ada dua Macam thread dalam Java, yaitu daemon dan user thread. Daemon&lt;br /&gt;thread merupakan thread yang siklus hidupnya tergantung pada thread utama atau&lt;br /&gt;induk, sehingga apabila thread induk berakhir, maka otomatis thread-thread daemon&lt;br /&gt;juga ikut berakhir. Sedangkan user thread memiliki sifat berbeda, dimana apabila&lt;br /&gt;thread utama sudah selesai, maka user thread akan terus dijalankan.&lt;br /&gt;B. Sleep&lt;br /&gt;Mengatur thread untuk menghentikan prosesnya sejenak dan memberi&lt;br /&gt;kesempatan pada thread atau proses lain. Sleep dilakukan dengan cara memanggil&lt;br /&gt;method :&lt;br /&gt;Sleep(long waktu);&lt;br /&gt;Waktu untuk method ini merupakan tipe long dalam milisekon.&lt;br /&gt;C. Interrupt&lt;br /&gt;Apabila menginginkan suatu thread untuk menghentikan proses, maka perlu&lt;br /&gt;memanggil method interrupt. Interrupt digunakan untuk memberi signal pada thread&lt;br /&gt;untuk menghentikan prosesnya.&lt;br /&gt;Latihan 36. Thread.java&lt;br /&gt;class ThreadBaru extends Thread {&lt;br /&gt;public ThreadBaru(String id) {&lt;br /&gt;super(id);&lt;br /&gt;start(); //Mulai eksekusi thread baru&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public void run() {&lt;br /&gt;for(int i=0;i&lt;5;i++){&lt;br /&gt;try{&lt;br /&gt;Thread.sleep(100);&lt;br /&gt;}catch(InterruptedException e) {}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;class DemoThread {&lt;br /&gt;public static void main(String[] args) {&lt;br /&gt;ThreadBaru thread1 = new ThreadBaru("Thread1");&lt;br /&gt;ThreadBaru thread2 = new ThreadBaru("Thread2");&lt;br /&gt;ThreadBaru thread3 = new ThreadBaru("Thread3");&lt;br /&gt;System.out.println("Thread1 masih dieksekusi : " + thread1.isAlive());&lt;br /&gt;System.out.println("Thread2 masih dieksekusi : " + thread2.isAlive());&lt;br /&gt;System.out.println("Thread3 masih dieksekusi : " + thread3.isAlive());&lt;br /&gt;//tunggu hingga semua child thread selesai dieksekusi&lt;br /&gt;try{&lt;br /&gt;thread1.join();&lt;br /&gt;System.out.println("Thread1 selesai dieksekusi");&lt;br /&gt;thread2.join();&lt;br /&gt;System.out.println("Thread2 selesai dieksekusi");&lt;br /&gt;thread3.join();&lt;br /&gt;System.out.println("Thread3 selesai dieksekusi");&lt;br /&gt;}catch(InterruptedException e) {&lt;br /&gt;System.out.println("Thread utama diinterupsi " + e);&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;System.out.println("Thread utama selesai dieksekusi");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;D. Synchronized&lt;br /&gt;Sinkronisasi adalah method atau blok yang memiliki tambahan keyword&lt;br /&gt;synchronized, sehingga apabila dijalankan maka hanya satu thread pada suatu waktu&lt;br /&gt;yang dapat menjalankan method atau blok program. Thread lain akan menunggu&lt;br /&gt;thread yang sedang mengeksekusi method ini hingga selesai. Mekanisme sinkronisasi&lt;br /&gt;penting apabila terjadi pembagian sumber daya maupun data di antara thread-thread.&lt;br /&gt;Sinkronisasi juga melakukan penguncian pada sumber daya atau data yang sedang&lt;br /&gt;diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarisan, Polimorfisme, dan Interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarisan&lt;br /&gt;Dalam Java, semua class, termasuk class yang membangun Java API, adalah subclasses dari superclass Object. Contoh hirarki class diperlihatkan di bawah ini.&lt;br /&gt;Beberapa class di atas class utama dalam hirarki class dikenal sebagai superclass. Sementara beberapa class di bawah class pokok dalam hirarki class dikenal sebagai subclass dari class tersebut.&lt;br /&gt;Pewarisan adalah keuntungan besar dalam pemrograman berbasis object karena suatu sifat atau method didefinisikan dalam superclass, sifat ini secara otomatis diwariskan dari semua subclasses. Jadi, Anda dapat menuliskan kode method hanya sekali dan mereka dapat digunakan oleh semua subclass. Subclass hanya butuh mengimplementasikan perbedaannya sendiri dan induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polimorfisme&lt;br /&gt;Sekarang, class induk Person dan subclass Student dari contoh sebelumnya, kita tambahkan subclass lain dari Person yaitu Employee.&lt;br /&gt;Dalam Java, kita dapat membuat referensi yang merupakan tipe dari superclass ke sebuah object dari subclass tersebut. Sebagai contohnya,&lt;br /&gt;public static main( String[] args )&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;Person ref;&lt;br /&gt;Student studentObject = new Student();&lt;br /&gt;Employee employeeObject = new Employee();&lt;br /&gt;ref = studentObject; //Person menunjuk kepada&lt;br /&gt;// object Student&lt;br /&gt;//beberapa kode di sini&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;Interface&lt;br /&gt;Interface adalah jenis khusus dari blok yang hanya berisi method signature(atau constant ). Interface mendefinisikan sebuah(signature) dari sebuah kumpulan method tanpa tubuh.&lt;br /&gt;Interface mendefinisikan sebuah cara standar dan umum dalam menetapkan sifat-sifat dari class-class. Mereka menyediakan class-class, tanpa memperhatikan lokasinya dalam hirarki class, untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum. Dengan catatan bahwa interface-interface juga menunjukkan polimorfisme, dikarenakan program dapat memanggil method interface dan versi yang tepat dari method yang akan dieksekusi tergantung dari tipe object yang melewati pemanggil method interface.&lt;br /&gt;11.5.1 Kenapa Kita Memakai Interface?&lt;br /&gt;Kita akan menggunakan interface jika kita ingin class yang tidak berhubungan mengimplementasikan method yang sama. Melalui interface-interface, kita dapat menangkap kemiripan diantara class yang tidak berhubungan tanpa membuatnya seolah-olah class yang berhubungan.&lt;br /&gt;Mari kita ambil contoh class Line dimana berisi method yang menghitung panjang dari garis dan membandingkan object Line ke object dari class yang sama. Sekarang, misalkan kita punya class yang lain yaitu MyInteger dimana berisi method yang membandingkan object MyInteger ke object dari class yang sama. Seperti yang kita lihat disini, kedua class-class mempunyai method yang mirip dimana membandingkan mereka dari object lain dalam tipe yang sama, tetapi mereka tidak berhubungan sama sekali. Supaya dapat menjalankan cara untuk memastikan bahwa dua class-class ini mengimplementasikan beberapa method dengan tanda yang sama, kita dapat menggunakan sebuah interface untuk hal ini. Kita dapat membuat sebuah class interface, katakanlah interface Relation dimana mempunyai deklarasi method pembanding. Relasi interface dapat dideklarasikan sebagai,&lt;br /&gt;public interface Relation&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;public boolean isGreater( Object a, Object b);&lt;br /&gt;public boolean isLess( Object a, Object b);&lt;br /&gt;public boolean isEqual( Object a, Object b);&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;Alasan lain dalam menggunakan interface pemrograman object adalah untuk menyatakan sebuah interface pemrograman object tanpa menyatakan classnya. Seperti yang dapat kita lihat nanti dalam bagian Interface vs class, kita dapat benar-benar menggunakan interface sebagai tipe data.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kita perlu menggunakan interface untuk pewarisan model jamak dimana menyediakan class untuk mempunyai lebih dari satu superclass. Pewarisan jamak tidak ditunjukkan di Java, tetapi ditunjukkan di bahasa berorientasi object lain seperti C++.&lt;br /&gt;Interface vs. Class Abstract&lt;br /&gt;Berikut ini adalah perbedaan utama antara sebuah interface dan sebuah class abstract: method interface tidak punya tubuh, sebuah interface hanya dapat mendefinisikan konstanta dan interface tidak langsung mewariskan hubungan dengan class istimewa lainnya, mereka didefinisikan secara independent.&lt;br /&gt;11.5.3 Interface vs. Class&lt;br /&gt;Satu ciri umum dari sebuah interface dan class adalah pada tipe mereka berdua. Ini artinya bahwa sebuah interface dapat digunakan dalam tempat-tempat dimana sebuah class dapat digunakan. Sebagai contoh, diberikan class Person dan interface PersonInterface, berikut deklarasi yang benar:&lt;br /&gt;PersonInterface pi = new Person();&lt;br /&gt;Person pc = new Person();&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Anda tidak dapat membuat instance dari sebuah interface.&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;PersonInterface pi = new PersonInterface(); //COMPILE&lt;br /&gt;//ERROR!!!&lt;br /&gt;Ciri umum lain adalah baik interface maupun class dapat mendefinisikan method. Bagaimanapun, sebuah interface tidak punya sebuah kode implementasi sedangkan class memiliki salah satunya.&lt;br /&gt;11.5.4 Membuat Interface&lt;br /&gt;Untuk membuat interface, kita tulis,&lt;br /&gt;public interface [InterfaceName]&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;//beberapa method tanpa isi&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;Sebagai contoh, mari kita membuat sebuah interface yang mendefinisikan hubungan antara dua object menurut urutan asli dari object.&lt;br /&gt;public interface Relation&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;public boolean isGreater( Object a, Object b);&lt;br /&gt;public boolean isLess( Object a, Object b);&lt;br /&gt;public boolean isEqual( Object a, Object b);&lt;br /&gt;}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-2626589206655061010?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/2626589206655061010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/java.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/2626589206655061010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/2626589206655061010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/07/java.html' title='Java'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-5047828346706477659</id><published>2010-04-11T21:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T21:15:18.077-07:00</updated><title type='text'>Aikon 2, Si Robot Seniman Jago Bikin Sketsa Wajah Manusia</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft" title="robot-menggambar-wajah" src="http://www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2010/02/robot-menggambar-wajah.jpg" alt="" width="252" height="179" /&gt;Kemampuan menggambar bukanlah kemampuan  yang dimiliki semua orang di bumi ini. Kalaupun bisa, mungkin hanya  sekedarnya saja. Tapi rasanya kemampuan seperti itu memang terdengar  awam karena banyak sekali kita temui orang-orang di sekitar kita yang  dapat menggambar dengan baik sebuah objek. Nah, bagaimana yah kiranya  kalau ada robot yang bisa menggambar?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah yang dikuasai oleh robot Aikon 2  yang mana robot ini terbilang robot dengan biaya eksperimen seadanya.  Rancangannya juga masih cukup sederhana yang mana hanya berupa sensor  kamera dan juga lengan robot yang mampu menggambar sesuai dengan objek  visual yang diterimanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Robot ini mampu mengenali detail wajah  manusia dan menuangkannya di atas kertas. Lengan robot tersebut  selanjutnya akan dengan lincah menari-nari di atas kertas dan membuat  sketsa wajah orang yang berada di depan sensor kamera tersebut&lt;span id="more-438"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Robot ini dikembangkan oleh tim riset di  Universitas Goldsmiths, London. Robot ini baru pertama kali ditampilkan  di muka umum pada acara London Kinetic Art Fair minggu lalu. Memang  kelihatannya gambarnya masih belum sempurna, bahkan masih bisa dikatakan  robot ini baru bisa menggambar sketsa kasar wajah manusia, namun tentu  hal ini cukup menarik sekali untuk terus dikembangkan karena robot ini  nantinya diharapkan bisa mengenali bentuk wajah manusia termsuk persepsi  visual subjektif terhadap objek manusia, mengambarkan gerak tubuh,  aktifitas kognitif serta perlu dilatih lebih lama lagi untuk  menghasilkan kreasi gambar wajah yang lebih jelas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam website resminya menekankan bahwa  robot ini ditujukan agar bisa menggambar sesuai dengan gayanya sendiri.  Bisa jadi butuh waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengembangkan  robot ini ke depannya tapi tentu saja nantinya robot ini akan menjadi  robot kelas seniman karena akan lebih digunakan untuk mengerjakan  pekerjaan seorang seniman pada umumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini videonya:&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-5047828346706477659?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/5047828346706477659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/04/aikon-2-si-robot-seniman-jago-bikin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/5047828346706477659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/5047828346706477659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/04/aikon-2-si-robot-seniman-jago-bikin.html' title='Aikon 2, Si Robot Seniman Jago Bikin Sketsa Wajah Manusia'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-8084667697483225408</id><published>2010-01-30T06:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T06:56:24.582-08:00</updated><title type='text'>ponsel proyektor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RCLVQpY9I/AAAAAAAAAFY/a6Caprb1II8/s1600-h/iphone-clone-projector.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 305px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RCLVQpY9I/AAAAAAAAAFY/a6Caprb1II8/s320/iphone-clone-projector.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432539812968621010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Okay, kami tahu ini sulit dipercaya tapi inilah ponsel yang pastinya menjadi dambaan banyak orang terutam yang suka melakukan presentasi kepada klien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Ponsel buatan perusahaan Cina, ChinaKing (aka CKing) adalah ponsel pertama di dunia yang mempunyai proyektor LCD di dalamnya., tepatnya menggunakan teknologi LCoS (salah satu varian di LCD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Proyektor ini bisa menghasilkan gambar dengan ukuran layar 30 inch dengan resolusi 640 x 480 pixel dan baterai yang ada dapat bertahan selama 2 jam untuk presentasi secara terus menerus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Memang sebenarnya bukan benar-benar terintegr&lt;/span&gt;&lt;span&gt;asi di dalam ponsel tetapi proyektor ini adalah opsi tambahan yang ditempel di belakang ponsel tetapi tetap saja cukup membuat kami terpukau soal teknologinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Iya kami juga sadar kok, bentul ponsel ini mirip ponsel yang sedang terkenal itu dengan logo buah apel. Too Good To Be True, Huh?? &lt;img src="http://www.otakku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RD0izNXjI/AAAAAAAAAFg/QXyn6JZqHzc/s1600-h/cking-proejctor-iphone-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 507px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RD0izNXjI/AAAAAAAAAFg/QXyn6JZqHzc/s320/cking-proejctor-iphone-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432541620489510450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-8084667697483225408?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/8084667697483225408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/okay-kami-tahu-ini-sulit-dipercaya-tapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/8084667697483225408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/8084667697483225408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/okay-kami-tahu-ini-sulit-dipercaya-tapi.html' title='ponsel proyektor'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RCLVQpY9I/AAAAAAAAAFY/a6Caprb1II8/s72-c/iphone-clone-projector.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1844499906738885216</id><published>2010-01-30T06:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T06:23:08.905-08:00</updated><title type='text'>Neon 7 Mini: ponsel imut yang mungkin terkecil di dunia saat ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAeAjHTYI/AAAAAAAAAFQ/jiXTvllSGSs/s1600-h/neon-mini-7-mobile-phone-worlds-smallest-060608.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAeAjHTYI/AAAAAAAAAFQ/jiXTvllSGSs/s320/neon-mini-7-mobile-phone-worlds-smallest-060608.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432537934803193218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt;   Mungkinkan &lt;strong&gt;   &lt;a href="http://www.thinkgeek.com/gadgets/cellphone/a752/" target="_blank"&gt;   Neon 7 Mini&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; ini akan menjadi ponsel terkecil di dunia??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt;   Ponsel yang ukurannya tidak lebih dari telapak tangan orang dewasa ini    berukuran hanya 9,5 x 4,2 x 1,1 cm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt; Fitur yang ada antara lain, ukuran layar warna TFT 1,9 inch; kamera 1,3 megapixels, frekuensi GSM: 850/ 1800/ 1900MHz dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt;   Bicara harga juga cukup "mini" yaitu sekitar Rp. 2.000.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;table id="table8" width="468" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="font-size: 10px;" width="468"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table id="table9" width="468" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="font-size: 10pt;" width="468"&gt;&lt;span&gt;     &lt;a href="http://www.techchee.com/2008/06/07/neon-7-mini-a-nano-sized-cellphone-definitely-deserves-the-worlds-smallest-title/" target="_blank"&gt;Sumber berita&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="font-size: 8pt;" width="468"&gt;&lt;span&gt;Neon 7 Mini – a nano-sized cellphone, definitely      deserves the world’s smallest title&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1844499906738885216?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1844499906738885216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/neon-7-mini-ponsel-imut-yang-mungkin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1844499906738885216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1844499906738885216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/neon-7-mini-ponsel-imut-yang-mungkin.html' title='Neon 7 Mini: ponsel imut yang mungkin terkecil di dunia saat ini'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAeAjHTYI/AAAAAAAAAFQ/jiXTvllSGSs/s72-c/neon-mini-7-mobile-phone-worlds-smallest-060608.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1819245258386910648</id><published>2010-01-30T06:14:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T06:20:27.915-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Facebook Begitu Populer?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAHlY61wI/AAAAAAAAAFI/zpvkT01lhVo/s1600-h/1731345p1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAHlY61wI/AAAAAAAAAFI/zpvkT01lhVo/s320/1731345p1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432537549555554050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;“Males deh senyum sama orang yang gak sincere … mending senyum sama tembok,” kata Yuni dalam statusnya di Facebook yang kemudian ramai-ramai ditanggapi beberapa temannya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;Facebook bukan saja sangat interaktif, di mana  antarteman bisa saling melontarkan kata-kata dan menanggapi, tetapi juga dengan mudah bisa berbagi foto dan video.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-7694"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mudah juga berkisah panjang seperti layaknya “ngeblog” dan menerima responnya, mengirim pesan personal seperti email, hingga berdiskusi dalam berbagai forum seperti milis, bahkan “chatting” pun bisa, seperti ber-YM (yahoo messenger).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Facebook juga menawarkan berbagai fitur lain, misalnya fitur untuk mengundang ke suatu jadwal acara, ajakan untuk mendukung suatu opini tertentu, saling berbagi bunga, coklat, atau kartu yang mengakrabkan, hingga ber-”game” ria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Yang paling asyik ada ’game’-nya, saya ikut berbagai game di facebook, dari mulai Mafia Wars, Poker, farmville, Cafeworld, dan lain-lain,” kata Indra, seorang karyawan swasta penggemar game online.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan sangat senang bisa memiliki kafe sendiri  di Cafeworld  yang selalu dikunjungi teman-teman facebook-nya,  membeli dan menyusun meja-kursi dan berbagai dekorasi lain dan memasak makanan sehingga mendapatkan uang dari sana, meskipun ini semua hanya mimpi dalam dunia maya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Meroket&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Situs jejaring sosial yang satu ini memang cepat sekali meraih pengikut, seiring dengan semakin meluasnya jaringan internet dan meningkatnya telefon “mobile” yang bisa berinternet ria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada Januari 2010 ini, Menurut data Royal Pingdom, Facebook telah mengumpulkan 350 juta akun pengguna di mana separuh di antaranya masuk (log in) setiap hari dan sebagian dari itu meng-update statusnya. Fakta lain, 2,5 miliar foto di-upload setiap bulannya ke dalam facebook.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia, menurut analisis Facebakers, kini menjadi negara kedua setelah AS di mana facebook meraih pengikut sebesar 1,55 juta peserta dengan pertumbuhan 11,48 persen.  Akun facebook di AS sendiri mencapai  3,14 juta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Situs jejaring sosial karya mahasiswa jenius Harvard University, Mark Zuckerberg itu  telah mengalahkan kepopuleran berbagai situs jejaring sosial lainnya seperti MySpace, Twitter, Classmates, Ning, Hi5, Tagged, Multiply, Friendster, Netlog dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Facebook memang telah mengalahkan MySpace yang  dua tahun lalu masih memiliki lebih dari dua per tiga total market situs jejaring sosial namun dengan drastis kehilangan marketnya pada bulan-bulan terakhir 2008.  Facebook telah merebut market ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut provider web metric Hitwise, trafik Facebook pada akhir 2009  makin meroket, di mana meningkat sekitar 200 persen dari tahun sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soal ini Facebook telah mengklaim sudah menguasai 60 persen market dari 154 kompetitornya dan  memastikan tidak akan menjadi MySpace selanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masa keemasan MySpace yang pernah menjadi situs jejaring sosial yang paling banyak dipakai  telah memudar  seperti halnya friendster dan multiply di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menarik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu,  menurut praktisi dunia software,  Sajumah Umar Maya, kepopuleran facebook disebabkan karena tampilan facebook menarik dan banyak memiliki aplikasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aplikasi populer yang ada di facebook misalnya  Causes, suatu aplikasi penggalangan dana untuk berbagai kasus di dunia seperti gempa Haiti hingga penggalangan dana untuk tentara Israel.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aplikasi lainnya, misalnya  Birthday Calender yang dikembangkan oleh BigDates Solutions,  Top Friends oleh Slide, Inc., bahkan aplikasi lokal seperti Kartu Lebaran yang dikembangkan Rina Ariani, hingga berbagai aplikasi game seperti Texas HoldEm Poker yang dikembangkan Zynga dan dimainkan lebih dari 18 juta pengguna facebook sertiap bulan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua aplikasi tersebut melengkapi aplikasi asli milik facebook seperti Gifts, Events, Notes, Groups, Photo dan Video, serta membuat para pengembang game dan sejenisnya memiliki kesempatan bagus untuk terjun ke dalam jejaring sosial dan mendapat promosi untuk produk dan “branding”, ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, “Bapak Blogger Indonesia”, Enda Nasution mengakui, kelebihan facebook adalah memberi tempat untuk berbagai aplikasi di luar yang dikembangkan facebook.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun di luar itu, lanjut pemilik akun di facebook, myspace,  twitter, multiply, blogspot,  friendster,  sampai Hi5 itu, semua situs jejaring sosial memiliki fungsi yang hampir sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidak ada yang lebih menarik dari yang lainnya, semua sama saja, tergantung selera orang,” katanya sambil mengakui lebih sering menggunakan facebook dan twitter dibanding  lainnya hanya karena kebanyakan temannya berada di dua situs tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soal kepopuleran facebook karena banyak aplikasi “game”-nya  menurut dia, tidak juga, karena MySpace pun juga memiliki banyak game.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Facebook dan Twitter memang lebih gampang digunakan karena pemiliknya tidak perlu menulis panjang. Bahkan di twitter hanya dibolehkan 140 karakter, sangat singkat namun cepat. Sedangkan di facebook sangat mudah dalam meng-’upload’ foto,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara bagi mereka yang senang “ngeblog” alias bercerita panjang-lebar, lebih memilih menggunakan Multiply, blogspot atau wordpress dengan tema tampilan halaman yang bisa diganti sesuai keinginan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang mahasiswa di program studi teknologi informatika, Lanang berkomentar, facebook semakin populer di dunia setelah calon Presiden AS Barack Obama menjadikan facebook sebagai media kampanyenya pada pertengahan 2008, dan diberitakan di berbagai media massa mendapat limpahan dukungan dan dana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu, facebook semakin populer, para politisi yang ingin menjadi Bupati dan sejenisnya hingga artis yang tak ingin namanya semakin tenggelam mendaftarkan diri ke facebook. (Kompas)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1819245258386910648?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1819245258386910648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/mengapa-facebook-begitu-populer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1819245258386910648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1819245258386910648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/mengapa-facebook-begitu-populer.html' title='Mengapa Facebook Begitu Populer?'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2RAHlY61wI/AAAAAAAAAFI/zpvkT01lhVo/s72-c/1731345p1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-3341581793797496190</id><published>2010-01-30T06:13:00.001-08:00</published><updated>2010-01-30T06:14:30.415-08:00</updated><title type='text'>Nokia Morph: Ponsel Yang Bisa Dibentuk Sesuai Keinginan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2Q-rgOYDuI/AAAAAAAAAFA/A4wAD5DgXjo/s1600-h/nokiamorph1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 308px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2Q-rgOYDuI/AAAAAAAAAFA/A4wAD5DgXjo/s320/nokiamorph1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432535967621189346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pesan bentuk HP sesuai seleran anda … hueebaat…”&lt;/i&gt; &lt;p&gt;Teknologi Nanotechnology (teknologi yang menggunakan atom tunggal sehingga dapat menghasilkan peralatan elektronik yang kecil) mulai diterapkan di beberapa perangkat elektronik, salah satunya untuk HP Nokia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-909"&gt;&lt;/span&gt;HP Nokia Morph adalah HP yang komponen elektronik dan bodinya sangat fleksible dengan menggunakan display transparan (transparent display), sehingga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan si pengguna seperti gelang atau tablet form (bentuk HP pada umumnya).&lt;/p&gt; Melalui kerjasama dengan universitas Cambridge, HP ini telah dipamerkan di MoMa di New York. Silahkan lihat video berikut ini untuk lebih mengenal Nanotechnology yang “ditamam” di Nokia Morph.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-3341581793797496190?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/3341581793797496190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/nokia-morph-ponsel-yang-bisa-dibentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3341581793797496190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3341581793797496190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/nokia-morph-ponsel-yang-bisa-dibentuk.html' title='Nokia Morph: Ponsel Yang Bisa Dibentuk Sesuai Keinginan'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S2Q-rgOYDuI/AAAAAAAAAFA/A4wAD5DgXjo/s72-c/nokiamorph1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-6408212466773204229</id><published>2010-01-23T07:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T07:58:39.632-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sa0Gf1-bI/AAAAAAAAAE4/EHM4roa-FJc/s1600-h/IT+Class.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sa0Gf1-bI/AAAAAAAAAE4/EHM4roa-FJc/s320/IT+Class.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429963258124958130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;IT Class&lt;br /&gt;ini tentang aku........Teman2 ku dan Sekolah ku........,IT Class atau Kelas Teknik Informatika,&lt;br /&gt;Adalah jurusan yang ku ambil dan teman2 ku....&lt;br /&gt;Di politeknik sekayu..... di sanalah Tempat kami menimbah ilmu, berbagi pengalaman tawa canda keceriaan bahkan berbagi duka......meski sering kali kami saling bertikai wah parah... tapi itu wajar di dalam pertemanan dan hidup.....&lt;br /&gt;udah dulu ah ngantuk kapan2 lanjut lagi ceritanya..ini aja ngarang gak keruan....da.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-6408212466773204229?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/6408212466773204229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/it-class-ini-tentang-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6408212466773204229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6408212466773204229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2010/01/it-class-ini-tentang-aku.html' title=''/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sa0Gf1-bI/AAAAAAAAAE4/EHM4roa-FJc/s72-c/IT+Class.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-3527956974672438572</id><published>2009-07-01T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T21:53:19.607-07:00</updated><title type='text'>HUMOR</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SlVkJweJd9I/AAAAAAAAAEE/CuxS2_Bq0_Q/s1600-h/bukti-global-warming%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356297450620024786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SlVkJweJd9I/AAAAAAAAAEE/CuxS2_Bq0_Q/s320/bukti-global-warming%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ini &lt;/div&gt;&lt;div&gt;adalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bukti&lt;/div&gt;&lt;div&gt;global&lt;/div&gt;&lt;div&gt;warming&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/Skw9BqU2DOI/AAAAAAAAAD0/CNO-On65nhs/s1600-h/WendaoNoCheng%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a title="Si Pemalas dan Si Maling" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6211/si_pemalas_dan_si_maling.html"&gt;Si Pemalas dan Si Maling&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Category: &lt;a title="Humor Umum" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/2/humor_umum.html"&gt;Humor Umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disatu desa hiduplah seorang yang amat miskin..Kenapa miskin? mungkin karena dia malas? Ya benar dia memang amat pemalas.. setiap harinya hanya tidur dan tidur makan pun hanya mengharap iba dari para tetangga.Suatu hari lagi asik-asiknya tiduran tiba-tiba ada suara berisik dari arah pintu pondoknya sipemalas berkata dalam hati "hmmm..Siapa lagi sich malam-malam gini? Ah biarin aja paling-paling juga maling..",Ia pun melanjutkan tidurnya.Selang beberapa menit ia mendengar lagi suara berisik kali ini jelas sekali suara langkah kaki berjalan dari dapur menuju pintu depan..Sipemalas kembali berkata dalam hati.."Tuh kan pasti maling nya sudah mau pergi.."Kemudian dengan setengah berteriak sipemalas berkata, "Hai maling kalo keluar jangan lupa tutup pintu..!"Si maling yang memang sudah dongkol karena tidak menemukan apapun dirumah itu menjawab dengan seribu dongkol.."Dasar kau pemalas nggak ada satupun barang berharga yang kau punya..!" Sipemalas pun menjawab dengan santai disertai mengantuk.."Ngapain aku susah-susah kerja cari duit buat beli barang mewah kalau ujung-ujungnya kau juga yang mencuri..."Si maling, "...?&gt;!@#!!!!!..."&lt;br /&gt;Sent by: muztdi on Jul 1st, 2009 &lt;a title="Si Pemalas dan Si Maling" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6211/si_pemalas_dan_si_maling.html"&gt;Rate it and send to friend&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Tidak Sempat Menangis" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6210/tidak_sempat_menangis.html"&gt;Tidak Sempat Menangis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Category: &lt;a title="Humor Umum" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/2/humor_umum.html"&gt;Humor Umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada seorang kakek-kakek yang lagi nangis sambil menghadap tanaman sayurannya,tiba-tiba datang cucunya yang baru pulang sekolah. Sicucunya kaget ngedapetin sang kakek sedang nangis sendirian di kebun samping rumahnya itu maka ditanyalah sang kakek oleh cucunya tadi.Cucu : "Kek,kenapa nangis disitu ?"Kakek: "Ini cu,cangkul kakek hilang."Cucu : "Kapan hilang nya kek?"Kakek: "Besok lusa?"Cucu : "Loh kok kakek nangisnya sekarang??!"Kakek: "Mumpung lagi sempat..."Cucu : "???!!!........"&lt;br /&gt;Sent by: e-ketawa on Jul 1st, 2009 &lt;a title="Tidak Sempat Menangis" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6210/tidak_sempat_menangis.html"&gt;Rate it and send to friend&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Bukan Nama Saya" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6209/bukan_nama_saya.html"&gt;Bukan Nama Saya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Category: &lt;a title="Humor Umum" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/2/humor_umum.html"&gt;Humor Umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang Pengantin pria yang berasal dari daerah Jawa Tengah, tiba-tiba menghentikan langkahnya saat ingin dipertemukan dengan pengantin wanitanya. Sang pengantin pria tampak terkejut melihat tulisan di depan pintu yang berbunyi : "Sugeng Rawuh", yang artinya "Selamat Datang".Sang pengantin pria betanya kepada penghulu yang menanganinya : "Pak Penghulu, jangan-jangan saya salah masuk nih.""Kenapa Anda bilang begitu ?""Nama saya "Sugeng Suherman", kenapa disitu ditulis "Sugeng rawuh" ? ! Jangan-jangan pelaminan itu bukan untuk saya ?"Maka Pak Penghulu dan para undangan lainnya tertawa lebar.&lt;br /&gt;Sent by: e-ketawa on Jun 30th, 2009 &lt;a title="Bukan Nama Saya" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6209/bukan_nama_saya.html"&gt;Rate it and send to friend&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Bejo dan Raja Setan" href="http://ketawa.com/humor-lucu/det/6208/bejo_dan_raja_setan.html"&gt;Bejo dan Raja Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Category: &lt;a title="Humor Umum" href="http://ketawa.com/humor-lucu/cat/2/humor_umum.html"&gt;Humor Umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu masa di jaman yang kelam, ada seorang laki-laki sebut saja bejo yang sangat miskin. bejo sudah gelap mata dan sangat bosan dengan kemiskinannya.Ia berniat untuk mencari kekayaan dengan jalan pintas, yaitu dengan pesugihan. bejo sudah mencari kesemua tempat hingga ia menemukan pesugihan yang ia rasa ia sanggup untuk memenuhi syarat untuk raja setannya, yaitu pesugihan "babi ngepet" dengan syarat tumbal gadis perawan yang masih suci setiap malam minggu awal bulan. semua berjalan lancar hingga, bejo menjadi laki-laki yang menjadi kaya dan tumbal terus terpenuhi. tetapi pada suatu malam minggu yang naas, bejo salah memberi tumbal, gadis tumbal yang ia berikan malam ini ternyata sudah tidak perawan lagi, (hari gini cari gadis perawan?).si raja setan marah dan berkata :" bejo, kamu sangat lancang memberikan aku tumbal gadis yang sudah tidak perawan dan suci lagi, kamu aku jadikan seekor babi dan jadilah pengikutku selamanya!". bejo ketakutan, ia minta ampun serta minta tenggang waktu dan oleh raja setan ia diberi waktu hingga malam senin jam 7. bejo berhasil mendapat gadis perawan yang sangat cantik untuk dipersembahkan pada raja setan. tetapi apa yang terjadi, jam 7&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-3527956974672438572?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/3527956974672438572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/07/humor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3527956974672438572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3527956974672438572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/07/humor.html' title='HUMOR'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SlVkJweJd9I/AAAAAAAAAEE/CuxS2_Bq0_Q/s72-c/bukti-global-warming%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-3997055137897233711</id><published>2009-07-01T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T00:28:02.916-07:00</updated><title type='text'>Infotainment</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Ketika cinta bertasbih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353386663490823250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksMzpavJFI/AAAAAAAAADc/tGerYfsxQuE/s320/415SCADXFVN6CA982PMCCAV65H2GCADT5V9XCAUI3G4VCA3QGYQ0CAWJB14LCATO0EKOCAKK21CCCA4RHE9XCA73W9F7CAUBHL0GCA41PZKJCABL5KEFCAHRX82SCAC5TH6ACAI4MQQQCA4STUQ5CAZGZE0L.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksNp_TaH_I/AAAAAAAAADk/yWGzpJ6iuFU/s1600-h/images%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353387597078601714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 106px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksNp_TaH_I/AAAAAAAAADk/yWGzpJ6iuFU/s320/images%5B2%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengarang : &lt;a title="Habibburahman El Shirazy" onclick="javascript:LinkToPage('','link_id=28');" href="http://id.shvoong.com/authors/habibburahman-el-shirazy/"&gt;Habibburahman El Shirazy&lt;/a&gt; Diterbitkan di: Maret 12, 2007&lt;br /&gt;Ceritanya Subhanallah banget. Seperti beberapa novel garapan sebelumnya oleh penulis yang sama, Habiburahman El Shirazy berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca melalui novel yang terbit dalam dua jilid ini. Meskipun di jilid pertama ini ceritanya agak loncat-loncat, &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Namun', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/namun/"&gt;namun&lt;/a&gt; tidak mengurangi keruntutan jalan cerita yang dibangun oleh penulis. Karya dwilogi ini masih bercerita &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dengan', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/dengan/"&gt;dengan&lt;/a&gt; latar belakang Mesir. Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Azzam', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/azzam/"&gt;Azzam&lt;/a&gt;, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dari', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/dari/"&gt;dari&lt;/a&gt; pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam, demikian nama panggilan pemuda itu, &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Adalah', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/adalah/"&gt;adalah&lt;/a&gt; seorang pekerja keras. Ia memiliki beberapa &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Adik', 1, 493171)" href="http://id.shvoong.com/tags/adik/"&gt;adik&lt;/a&gt; yang harus dibiayainya, hingga dengan kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat dengan hikmah. Isinya bagus serta dapat mengajari kita soal hidup, cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil tindakan. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak Indonesia yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan keluarga pas-pasan. Kecerdaan Azzam kian terbukti tatkala di tahun pertama menimba ilmu di Al Azhar ia memperoleh predikat jayyid jidda (istimewa), dan oleh karenanya ia mendapat beasiswa dari Majlis A'la.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksPMG1oLtI/AAAAAAAAADs/DZ7chltLXEE/s1600-h/KWDXCAS4OZ21CAK86PYICAWIU81QCA07L94UCA6SFQYBCAYTKN4DCAGZ8MN5CA8ZDNOYCABKWT3WCAY5WC1PCAH544I6CALNGHWXCAYOC690CAPPGP7ECAXGTHR9CAQHJ66HCA4ULZFUCA2J5VRRCAZ5NA0T.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353389282728357586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 117px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksPMG1oLtI/AAAAAAAAADs/DZ7chltLXEE/s320/KWDXCAS4OZ21CAK86PYICAWIU81QCA07L94UCA6SFQYBCAYTKN4DCAGZ8MN5CA8ZDNOYCABKWT3WCAY5WC1PCAH544I6CALNGHWXCAYOC690CAPPGP7ECAXGTHR9CAQHJ66HCA4ULZFUCA2J5VRRCAZ5NA0T.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; Namun ditahun kedua, ayahnya yang tinggal di Indonesia meninggal dunia karena kecelakaan. Sepeninnggal ayahnya, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal di Indonesia, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan membantu ibunya karena baru beranjak dewasa. Yang seharusnya membantu ibu dan adik-adik nya di Indonesia adalah Azzam. Sebab dia adalah sulung di keluarganya. Azzam menyadari itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya. Dari belajar ke bekerja. Ia di Cairo, bekerja sambil belajar. Pekerjaan yang dilakukan Azzam untuk menghidupi keluarganya di Indonesia adalah berbisnis tempe dan bakso. Karena lebih fokus ke bisnis, hasilnya prestasinya semakin lama semakin menurun, beberapa kali tidak naik tingkat, padahal ia sudah sembilan tahun di Mesir tapi belum lulus S1. Meskipun pada akhirnya lulus juga dengan predikat yang tidak mengecewakan, jayyid. Namun disisi lain di belahan Indonesia, keluarganya suskes berkat motivasi dan biaya hidup darinya. Adik-adik nya semua "menjadi orang". &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-3997055137897233711?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/3997055137897233711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/07/infotainment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3997055137897233711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3997055137897233711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/07/infotainment.html' title='Infotainment'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SksMzpavJFI/AAAAAAAAADc/tGerYfsxQuE/s72-c/415SCADXFVN6CA982PMCCAV65H2GCADT5V9XCAUI3G4VCA3QGYQ0CAWJB14LCATO0EKOCAKK21CCCA4RHE9XCA73W9F7CAUBHL0GCA41PZKJCABL5KEFCAHRX82SCAC5TH6ACAI4MQQQCA4STUQ5CAZGZE0L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-6188151794098861747</id><published>2009-06-29T01:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:39:44.487-07:00</updated><title type='text'>gaul islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkiKp8RSHlI/AAAAAAAAAC8/8b4lVd_8NWI/s1600-h/images%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352680610287722066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkiKp8RSHlI/AAAAAAAAAC8/8b4lVd_8NWI/s320/images%5B7%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/agama-dan-bekal-merantau"&gt;Agama dan Bekal Merantau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Indahnya Islam" href="http://www.gaulislam.com/category/khazanah/indahnya-islam"&gt;Indahnya Islam&lt;/a&gt; by Hasna Hawwa on the June 25th, 2009&lt;br /&gt;Merantau belajar dapat di mana saja. Yang penting pengetahuan harus berbanding lurus dengan peningkatan keimanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Y.Y. Alim&lt;br /&gt;Terlebih dahulu penulis menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada anggota forum Halaqah Lentera Pagi di bawah asuhan Ustadz Syamsi Ali yang telah memberikan banyak masukan dan saran dalam mematangkan tulisan ini.&lt;br /&gt;Tulisan ini sangat sesuai bagi individu muslim yang berhasrat merantau. Ada dua macam proses merantau, yaitu lahiriah dan batiniah. Perantauan lahiriah adalah perpindahan badan dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan hidup tertentu. Orang merantau dari desa ke kota untuk mencari tingkat penghidupan yang layak. Orang merantau ke Jepang untuk mengejar ilmu dan pekerjaan sehingga mampu untuk meningkatkan mutu hidup. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/agama-dan-bekal-merantau#more-2549"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Agama dan Bekal Merantau" href="http://www.gaulislam.com/agama-dan-bekal-merantau#respond"&gt;0 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/seperti-musim-kita-bisa-berubah"&gt;Seperti Musim, Kita Bisa Berubah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Diary" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik/diary"&gt;Diary&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Pernik" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik"&gt;Pernik&lt;/a&gt; by Amira Mehnaaz on the June 24th, 2009&lt;br /&gt;Menyampaikan kebenaran tak selalu harus terasa langsung hasilnya. Aku bahkan hampir putus asa. Tapi, akhirnya temanku bisa menjemput hidayah itu. Perubahan ternyata hanya soal waktu.&lt;br /&gt;Kota Bogor, tiga tahun yang lalu. Waktu itu hari pertama aku menginjakkan kaki di Kota Hujan. Kebetulan aku diterima sebagai mahasiswa IPB, Fakultas Kehutanan. Beruntung kampus ini menyediakan asrama bagi mahasiswa barunya, dan itu program wajib bagi mahasiswa baru, sehingga aku dan orangtuaku tidak usah pusing-pusing mencari tempat kos.&lt;br /&gt;Aku masih ingat pertama kali masuk asrama. Setelah menyelesaikan administrasi, ditemani orangtuaku, aku mencari nomor kamar yang akan menjadi tempat tinggalku selama setahun itu. Aku ditempatkan di kamar nomor 193 lorong 5. Kabarnya aku akan ditempatkan bareng dengan dua teman baruku, Lia dan Lena namanya. Sambil berjalan menuju kamar aku bertanya-tanya dalam hati, “Wajah teman sekamarku seperti apa? Baik nggak sih? Agamanya apa?” Pokoknya berbagai pertanyaan yang hadir di otakku yang buat aku jadi pusing sendiri. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/seperti-musim-kita-bisa-berubah#more-2529"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Seperti Musim, Kita Bisa Berubah" href="http://www.gaulislam.com/seperti-musim-kita-bisa-berubah#respond"&gt;0 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/agar-engkau-bersujud-kepada-nya"&gt;Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Opini" href="http://www.gaulislam.com/category/opini"&gt;Opini&lt;/a&gt; by Amira Mehnaaz on the June 23rd, 2009&lt;br /&gt;Aku namakan dirimu Muhammad Husain As-Sajjad, karena aku ingin engkau kelak akan banyak bersujud kepada-Nya&lt;br /&gt;Oleh Mohammad Fauzil Adhim *&lt;br /&gt;Aku namakan dirimu As-Sajjad, karena engkau lahir di saat orang-orang sedang bersujud ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Engkau lahir di saat bidan yang seharusnya menolong kamu, sedang memenuhi panggilan-Nya untuk melakukan shalat Subuh. Ketika manusia sedang mengagungkan asma Allah, engkau lahir di dunia ini. Nyaris tanpa pertolongan. Tetapi pertolongan siapakah yang lebih baik daripada pertolongan Allah? Sesungguhnya, sebaik-baik penolong adalah Allah. Maka kelak, ingat-ingatlah bahwa hanya kepada-Nya engkau menyembah dan meminta pertolongan.&lt;br /&gt;Hayatilah setiap kali engkau membaca “IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” &lt;a href="http://www.gaulislam.com/agar-engkau-bersujud-kepada-nya#more-2575"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya" href="http://www.gaulislam.com/agar-engkau-bersujud-kepada-nya#respond"&gt;0 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/islam-pilihan-hidup-gue"&gt;Islam Pilihan Hidup Gue!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Buletin GAUL Islam" href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/buletin-gaul-islam"&gt;Buletin GAUL Islam&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Tahun II/2008-2009" href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/buletin-gaul-islam/tahun-ii2008-2009"&gt;Tahun II/2008-2009&lt;/a&gt; by Amira Mehnaaz on the June 22nd, 2009&lt;br /&gt;edisi 087/tahun ke-2 (28 Jumadil Akhir 1430 H/22 Juni 2009)&lt;br /&gt;Hari gini kalau ngomongin soal remaja gaul pasti nggak jauh dari sosok cewek-cowok yang fashionable alias mereka yang selalu update penampilan sesuai tren; rambut bonding atau ala harajuku, di-highlight warna-warni, baju harus minimal distro atau FO (factory outlet). Parfum dengan segala jenisnya juga nggak ketinggalan dimasukkin ke dalam daftar belanja bulanan. Plus, supaya nggak dinilai mati gaya, handphone kudu yang 3,5G atau minimal yang GPRS connected supaya internet tetap online dan acara chatting jalan terus. Supaya nggak dianggap makhluk purbakala, info musik, film, olahraga, en fashion kudu jadi santapan harian.&lt;br /&gt;Eh, ada yang protes nih kayaknya. Gue nggak segitu-gitunya deh ya. Gaul emang kudu. Remaja gitu loh. Tapi, nggak harus juga kayak gitu. Belajar yang bener en jadi orang pinter itu yang harusnya jadi tujuan! Soal baju sih yang penting enak dipake dan nggak telanjang. HP jadul bekas lengseran bokap atau nyokap? Nggak apa-apa. Yang penting kan masih bisa buat nelpon dan sms-an. Iya, ada juga kok emang remaja yang rajin belajar, hemat, baik hati, en nggak sombong lagi. Swit..swiw…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/islam-pilihan-hidup-gue#more-2587"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Islam Pilihan Hidup Gue!" href="http://www.gaulislam.com/islam-pilihan-hidup-gue#respond"&gt;0 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/menyambung-tali-kasih"&gt;Menyambung Tali Kasih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Personality" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik/personality"&gt;Personality&lt;/a&gt; by Amira Mehnaaz on the June 21st, 2009&lt;br /&gt;Oleh Kang Hari Moekti&lt;br /&gt;Menjadi bagian dari sebuah keluarga besar memang menyenangkan, tapi sekaligus bikin kita ketar-ketir. Kenapa? Karena hubungan di antara anggota keluarga akan semakin kompleks. Hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang bernama keluarga juga bisa menciptakan benih-benih konflik. Ini sangat wajar mengingat anggota keluarga yang banyak dan beragam pendapat. Namun, bukan berarti hal itu tak bisa dikendalikan. Pendapat dan keinginan boleh berbeda selama hal itu masih dalam batas kewajaran dan bisa dipertanggungjawabkan. Tapi hubungan kekeluargaan atau silaturahmi harus tetap terjalin.&lt;br /&gt;Sangat boleh jadi, dalam kondisi tertentu, muncul konflik. Tapi yakinlah, munculnya konflik itu adalah hal yang amat wajar. Bahkan bisa semakin mendewasakan kita dalam bersikap. Kita diuji untuk menyelesaikan setiap konflik yang terjadi dengan bijak. Tidak membela salah satu, atau menjerumuskan yang lain. Karena tujuan kita adalah melanggengkan ikatan tali kasih di antara keluarga. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/menyambung-tali-kasih#more-2560"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Menyambung Tali Kasih" href="http://www.gaulislam.com/menyambung-tali-kasih#respond"&gt;0 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/putus"&gt;Putus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Cerpen" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik/cerpen"&gt;Cerpen&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Pernik" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik"&gt;Pernik&lt;/a&gt; by Farah Zuhra on the June 20th, 2009&lt;br /&gt;Oleh Arif&lt;br /&gt;“Kita harus berhenti. Harus berani berpisah. Aku sudah menjelaskan padamu semuanya. Tidak ada bedanya kalau sekarang harus memberikan penjelasan lagi,” kataku padanya di suatu sore. Waktu serasa lambat berputar. Aku dengannya di sebuah kafe.&lt;br /&gt;“Tapi aku menyayangi kamu.”&lt;br /&gt;“Aku tahu. Aku juga menyayangi kamu. Karena itu aku menawarkan padamu, kita mengkaji Islam bersama-sama.”&lt;br /&gt;“Kalau aku ngaji, apa kamu masih tetap menginginkan kita berpisah?”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;“Sudah tidak ada artinya cinta buatmu?”&lt;br /&gt;“Cinta saja tidak cukup untuk apa yang menjadi keinginanku saat ini. Harusnya kita memang mendasarkan hidup kita dengan cinta. Cinta pada Allah, Rasulullah, pada Islam. Aku sudah mengatakannya padamu sebelum aku berjilbab. Dan aku tidak akan menariknya kembali. Kita jalan sendiri-sendiri mulai sekarang,” aku berusaha menguatkan hati. Meskipun aku merasa lumer di hadapannya. Begitu lemahnya, hingga merasakan pandanganku kabur oleh air mata. Tapi aku tidak akan menangis. Tidak boleh menangis.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/putus#more-2581"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Putus" href="http://www.gaulislam.com/putus#comments"&gt;1 Comment&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/elizabeth-valencia-bersyahadah-melalui-telepon"&gt;Elizabeth Valencia Bersyahadah Melalui Telepon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Indahnya Islam" href="http://www.gaulislam.com/category/khazanah/indahnya-islam"&gt;Indahnya Islam&lt;/a&gt; by Leila Amra on the June 18th, 2009&lt;br /&gt;Gadis kelahiran Tijuana, Meksiko ini memeluk Islam melalui telepon.? Sebelumnya, dia pernah tak punya semangat hidup&lt;br /&gt;Elizabeth Valencia adalah seorang gadis belia kelahiran Tijuana, Meksiko. Sebelum memeluk Islam dia merasa hidupnya seakan tak berharga. Karena tubuhnya yang gemuk dia sering diejek di sekolah. Dia makin stress dan tak punya semangat hidup. Begitulah, waktu terus berjalan hingga satu ketika di musim panas tahun 2000, Elizabeth bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian memperkenalkan Islam dan memberinya hadiah sebuah mushaf Al-Quran. Diapun mulai mengkajinya hingga akhirnya pada 13 Februari 2001 dia bersyahadah dan mengganti namanya menjadi Asma Alia. Bagaimana kisah ketertarikannya pada Islam? Berikut kisah lengkapnya seperti dituturkannya. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/elizabeth-valencia-bersyahadah-melalui-telepon#more-2547"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Elizabeth Valencia Bersyahadah Melalui Telepon" href="http://www.gaulislam.com/elizabeth-valencia-bersyahadah-melalui-telepon#comments"&gt;2 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/alkohol-pernah-menemani-hidupku"&gt;Alkohol Pernah Menemani Hidupku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Diary" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik/diary"&gt;Diary&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Pernik" href="http://www.gaulislam.com/category/pernik"&gt;Pernik&lt;/a&gt; by Amira Mehnaaz on the June 17th, 2009&lt;br /&gt;Aku termasuk orang yang sulit untuk melepaskan diri dari teman sepermainanku yang terbilang berandalan. Hingga akhirnya aku kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang dalam waktu cukup lama.&lt;br /&gt;Aku dilahirkan dalam keluarga yang sederhana di sebuah kampung kecil di Sumatera yang jauh dari keramaian. Kondisi ini tidak membuat aku membatasi cita-citaku, aku ingin menjadi seorang? pembesar layaknya Pak Bupati yang dielu-elukan orang banyak ketika berkunjung ke kampungku. Di kampung aku menempuh pendidikanku sampai tingkat SLTP yang aku selesaikan pada tahun 1990. Ketika akan melanjutkan ke SLTA aku meminta kepada orangtuaku agar aku disekolahkan di kota karena menurutku kualitas pendidikannya akan jauh lebih baik daripada yang ada di kampungku.&lt;br /&gt;Keinginanku ternyata terkabul, oleh orangtuaku aku dititipkan di rumah kakakku yang kebetulan memang sudah lama merantau ke pulau Jawa, tepatnya kota Bogor. Sekolah di Bogor tidak membuat aku merasa rendah diri karena aku berasal dari kampung, bahkan aku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan teman-teman sekolahku. Aku memang tergolong orang yang suka bergaul. Tapi petaka itu justru dimulai dari sini. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/alkohol-pernah-menemani-hidupku#more-2526"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Alkohol Pernah Menemani Hidupku" href="http://www.gaulislam.com/alkohol-pernah-menemani-hidupku#comments"&gt;1 Comment&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/menumbuhkan-percaya-diri-anak"&gt;Menumbuhkan Percaya Diri Anak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Opini" href="http://www.gaulislam.com/category/opini"&gt;Opini&lt;/a&gt; by Farah Zuhra on the June 16th, 2009&lt;br /&gt;Hari ini banyak orangtua maupun guru yang gelisah bagaimana menjadikan anaknya percaya diri. Islam seakan-akan sudah tidak cukup lagi&lt;br /&gt;Oleh: Mohammad Fauzil Adhim&lt;br /&gt;Seandainya setiap anak yang baru lahir tidak memiliki keberanian untuk mencoba, nis?caya tak ada yang dapat mereka lakukan. Seandainya anak-anak kita takut mengha?dapi kegagalan, niscaya mereka tak bisa berjalan hingga kini. Sebab, sekedar untuk berjalan saja, banyak kesulitan yang harus mereka hadapi dan tak sedikit rasa sakit yang harus mereka tanggung. Hidung mungkin sudah lebih dari sepuluh kali tersungkur ke tanah hanya karena mereka belajar merangkak. Lutut… entah berapa kali mereka meng?alami luka. Tetapi anak-anak tak pernah putus asa. Anak-anak senantiasa bersemangat sampai orangtua memadamkannya dengan alasan kasih-sayang.&lt;br /&gt;Pada mulanya anak-anak tak peduli dengan pakaian yang mereka kenakan. Apa mereknya, mereka tak peduli. Mereka juga tidak pusing-pusing jika ada yang sobek di kiri dan di kanan. Mereka tetap saja melangkah dengan mantap karena mereka berpusat pada tujuan. Tidak sibuk membayangkan apa yang akan dikatakan orang. Mereka belajar dengan ikhlas. Tetapi orangtualah yang membuat mereka malu berangkat ke sekolah ka?rena sepatu yang dipakai tak sebagus teman-temannya. &lt;a href="http://www.gaulislam.com/menumbuhkan-percaya-diri-anak#more-2573"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Menumbuhkan Percaya Diri Anak" href="http://www.gaulislam.com/menumbuhkan-percaya-diri-anak#comments"&gt;1 Comment&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/sukses-tanpa-noda"&gt;Sukses Tanpa Noda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posted in &lt;a title="View all posts in Buletin GAUL Islam" href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/buletin-gaul-islam"&gt;Buletin GAUL Islam&lt;/a&gt;, &lt;a title="View all posts in Tahun II/2008-2009" href="http://www.gaulislam.com/category/media-network/buletin-gaul-islam/tahun-ii2008-2009"&gt;Tahun II/2008-2009&lt;/a&gt; by Farah Zuhra on the June 15th, 2009&lt;br /&gt;edisi 086/tahun ke-2 (21 Jumadil Akhir 1430 H/15 Juni 2009)&lt;br /&gt;Sukses tanpa noda? Heuheu… kayak iklan deterjen aja nih. Tapi pada pernah denger kata SUKSES kan? Yaeyalah, pasti! Selain denger pastinya juga pengen ngedapetin tuh sukses. Tapi ati-ati nih. Ati-ati banget dah! Jangan tersihir ama nih kata sukses. Loh? Sejak kapan sukses punya ilmu sihir? Heuheu… maksudnya sih, jangan sampe kejebak ama sukses semu. Gitu.&lt;br /&gt;Sukses di matamu&lt;br /&gt;Bro en Sis, saat dibuka pendaftaran jadi VJ, casting di suatu production house (PH), festival band indie, kontes nyanyi idol, or kontes miss-miss’an pasti lah orang-orang muda kayak kita gini yang jadi korban. Harapan kita sih pengennya selain cari pengalaman, terus juga bisa ’sukses’ pas ikutan berbagai ajang tersebut. Sukses dalam artian bisa terkenal, tajir, bisa bikin album musik sendiri, terus banyak produser PH yang ngontrak kita buat proyek entertainment mereka, bisa masuk tv, ujung-ujungnya jadi seleb. So, demi meraih sukses pokoknya jatuh bangun deh! Lintas kota, lintas propinsi dijalani (emang bus apa?). Demi meraih sukses! Waaahhh! Gitu yah?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/sukses-tanpa-noda#more-2585"&gt;(more…)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Comment on Sukses Tanpa Noda" href="http://www.gaulislam.com/sukses-tanpa-noda#comments"&gt;3 Comments&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Page 1 of 153  1 &lt;a title="2" href="http://www.gaulislam.com/page/2"&gt; 2 &lt;/a&gt;&lt;a title="3" href="http://www.gaulislam.com/page/3"&gt; 3 &lt;/a&gt;&lt;a title="4" href="http://www.gaulislam.com/page/4"&gt; 4 &lt;/a&gt;&lt;a title="5" href="http://www.gaulislam.com/page/5"&gt; 5 &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.gaulislam.com/page/2"&gt;»&lt;/a&gt; ... &lt;a title="Last " href="http://www.gaulislam.com/page/153"&gt; Last » &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;©2007 &lt;a href="http://www.gaulislam.com/"&gt;gaulislam.com&lt;/a&gt; Hak Cipta dilindungi ALLAH SWT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-6188151794098861747?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/6188151794098861747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/gaul-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6188151794098861747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/6188151794098861747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/gaul-islam.html' title='gaul islam'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkiKp8RSHlI/AAAAAAAAAC8/8b4lVd_8NWI/s72-c/images%5B7%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1798001306356098776</id><published>2009-06-24T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T21:49:06.166-07:00</updated><title type='text'>Info Teknologi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkMBkdzW0RI/AAAAAAAAAC0/pVDGWZswIbc/s1600-h/bnr-c682029d89%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351122508233232658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 39px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkMBkdzW0RI/AAAAAAAAAC0/pVDGWZswIbc/s320/bnr-c682029d89%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a title="Permanent Link: Segera Hadir DuniaTI v2" href="http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html" rel="bookmark"&gt;Segera Hadir DuniaTI v2&lt;/a&gt;11 December 2008 » &lt;a title="Lintas Beritakan!" href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&amp;amp;url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Digg It!" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;amp;url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Delicious" href="http://delicious.com/post?url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Facebook" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;t=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Technorati" href="http://technorati.com/faves?add=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Google" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;amp;bkmk=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Mixx" href="http://www.mixx.com/submit?page_url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Blogmarks" href="http://blogmarks.net/my/new.php?mini=1&amp;amp;simple=1&amp;amp;url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Furl" href="http://www.furl.net/storeIt.jsp?u=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;t=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Reddit" href="http://reddit.com/submit?url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Spurl" href="http://www.spurl.net/spurl.php?url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="StumbleUpon" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;title=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="YahooMyWeb" href="http://myweb2.search.yahoo.com/myresults/bookmarklet?u=http://duniati.com/segera-hadir-duniati-v2.html&amp;amp;=Segera" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya minta maaf, karena ditengah kesibukan saya sebagai seorang pelajar, akhir-akhir ini saya sangat sulit untuk meng-update DuniaTI.&lt;br /&gt;Rencananya, setelah saya selesai mengikuti ulangan semester, saya akan merombak tema DuniaTI dari v1 ke v2. Dengan tema ini, DuniaTI akan hadir lebih menarik dan lebih cepat diakses. Selain itu, DuniaTI juga sudah meng-upgrade server dari yang sangat sederhana menjadi sedikit lebih besar kapasitasnya, ini juga akan membuat saya lebih leluasa dalam menuliskan artikel beserta ilustrasi gambarnya.&lt;br /&gt;Tema yang akan datang, diperkirakan masih dengan nuansa biru seperti versi pertama. Bedanya, tema tersebut akan dibuat lebih simpel, tujuannya untuk mempercepat proses pembukaan halaman utama, selain itu juga lebih menghemat bandwidth, dan bandwidth tersebut akan digunakan untuk gambar-gambar yang akan mewarnai DuniaTI.&lt;br /&gt;Tanggal 01 Januari 2009, DuniaTI akan resmi merubah temanya ke versi ke-2. Tunggu saja. ^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1798001306356098776?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1798001306356098776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/info-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1798001306356098776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1798001306356098776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/info-teknologi.html' title='Info Teknologi'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SkMBkdzW0RI/AAAAAAAAAC0/pVDGWZswIbc/s72-c/bnr-c682029d89%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-1260679280544146121</id><published>2009-06-10T19:30:00.001-07:00</published><updated>2009-06-10T20:33:03.858-07:00</updated><title type='text'>Manohara Odelia</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345893164158468290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SjBtglDawMI/AAAAAAAAACE/Jj9kOVRT4DA/s320/manohara-Odelia-Pinot%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Manohara Odelia Pinot" href="http://bocahiseng.blogspot.com/2009/04/monahara-odelia-pinot.html"&gt;Manohara Odelia Pinot&lt;/a&gt; adalah model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis, Reiner Pinot Noack, tak heran jika Manohara, nama panggilannya, mewarisi wajah dan bentuk tubuh yang rupawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya mulai melambung saat masuk ke dalam daftar 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar. Di usia yang masih belia ia sudah memiliki cita-cita mulia, yakni mempunyai sebuah yayasan sosial, guna membantu sesamanya yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345893993406294978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SjBuQ2Pga8I/AAAAAAAAACM/k3f0OIH6Idw/s320/3475305025_e77d33d022%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;# Nama Lengkap : Manohara Odelia Pinot&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LlrUC31bbbk/Si_qeInte6I/AAAAAAAAALQ/Lrbf2CVokcU/s1600-h/3475305025_e77d33d022.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;# Nama Panggilan : Manohara&lt;br /&gt;# Tempat Lahir : Jakarta&lt;br /&gt;# Tanggal Lahir : 28 Februari 1992&lt;br /&gt;# Nama Ibu : Daisy Fajarina&lt;br /&gt;# Nama Ayah : Reiner Pinot Noack&lt;br /&gt;# Saudara : Dewi Sari Asih&lt;br /&gt;# Keturunan : Indonesia - Perancis&lt;br /&gt;# Profesi : Model &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;      Sayangnya kehidupan model yang menyukai belajar bahasa dan seni ini tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Manohara harus menikah muda dengan seorang pangeran dari Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usianya yang masih 16 tahun.&lt;br /&gt;Hal ini bermula dari pertemuan Manohara dengan Tengku Fakhry di bulan Desember 2006. Mereka dipertemukan dalam acara jamuan makan malam. Dari situlah, sang pangeran jatuh hati. Meski terpaut selisih usia, namun akhirnya kedua insan ini berpacaran dengan seijin ibunda Manohara, Daisy.&lt;br /&gt;     Tak lama setelah itu, Tengku Fakhry menyatakan keinginannya untuk memperistri mantan kekasih Ardie Bakri ini. Pada 17 Agustus 2008, Manohara beserta keluarga berangkat ke Malaysia atas undangan keluarga Tengku Fakhry.&lt;br /&gt;Meski terkesan terlalu cepat dan sempat tidak menyetujui, namun akhirnya pasangan ini menikah pada 26 Agustus 2008. Ternyata pernikahan ini tak seindah bayangan sang Bunda, Daisy. Manohara ternyata tak bahagia dan kabur ke Jakarta melalui Singapura pada akhir 2008.&lt;br /&gt;      Mengetahui sang istri kabur, Tengku Fakhri berusaha membujuk sang istri untuk kembali pulang. Tak tanggung-tanggung, sang pangeran menghadiahi Manohara dengan sebuah mobil di hari ulang tahun Manohara pada 25 Februari 2009.&lt;br /&gt;Tak hanya membujuk sang istri, Tengku Fakhry berusaha mengambil hati keluarga Manohara pula. Sang pangeran mengajak Manohara beserta keluarga untuk umroh di akhir Februari 2009. Di sinilah mulai terjadi peristiwa yang membuat sang bunda kalang kabut. Saat pulang, keluarga Manohara ditinggal begitu saja, sedang Manohara dan sang suami sudah dinaikkan ke pesawat.&lt;br /&gt;Sekembalinya ke tanah air, pada pertengahan Maret 2009, Daisy melaporkan kejadian ini kepada Raja Kelantan, Malaysia namun tidak ada respon hingga saat ini. Bahkan Daisy mendapatkan pencekalan di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.krishadiawan.co.cc/2009/06/manohara-odelia.html"&gt;Read more.....&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-1260679280544146121?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/1260679280544146121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/manohara-odelia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1260679280544146121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/1260679280544146121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/manohara-odelia.html' title='Manohara Odelia'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/SjBtglDawMI/AAAAAAAAACE/Jj9kOVRT4DA/s72-c/manohara-Odelia-Pinot%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-3020381256975341589</id><published>2009-06-10T19:24:00.002-07:00</published><updated>2009-06-10T19:26:40.469-07:00</updated><title type='text'>Info gwe</title><content type='html'>Gw punya info nich bwt lo smua, mudah-mudahan kalian suka ok................!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-3020381256975341589?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/3020381256975341589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/info-gwe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3020381256975341589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/3020381256975341589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/info-gwe.html' title='Info gwe'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-7605636107600784211</id><published>2009-06-09T18:50:00.001-07:00</published><updated>2010-01-23T07:20:18.494-08:00</updated><title type='text'>My Hobby</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sTUJSNgCI/AAAAAAAAAEw/YAMaiM1tPic/s1600-h/list.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sTUJSNgCI/AAAAAAAAAEw/YAMaiM1tPic/s320/list.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429955012535877666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hallo nama gw Robiansyah, bisa di panggil Robi, Gw tinggal di betung, propinsi sumatera selatan, ini adalah tentang hobi gw, seni adalah sesuatu yang paling gw suka, terutama seni rupa coz gw bisa dibilang orang yang kreatif,ciee...... NaRses abies.... tp jujur gw tu suka bangetz ngedit foto wlw masih amatir tapi lumayan bagus kog contohnya foto gw di samping Q'ren kHan... , Gw tu suka bangetz Nonton film animasi contohnya Spider-Man, Superman,Hulk,final Fantasy,n' Masih banyak lagi pokoknyayang berbau animasi,N' gw berharap Nantinya Gw juga bisa bikin film kayak gitu Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiii................... ,Dah duluya THANK.,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-7605636107600784211?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/7605636107600784211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/my-hobby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7605636107600784211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7605636107600784211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/my-hobby.html' title='My Hobby'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/S1sTUJSNgCI/AAAAAAAAAEw/YAMaiM1tPic/s72-c/list.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6658660573386628923.post-7620580818095564291</id><published>2009-06-08T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T19:47:58.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenalin dong'/><title type='text'>Perdana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#cc0000;"&gt;Hallllooooooooooooooooooo..............................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nama gue Robi,ini adalah blog pertama gue&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#cc9933;"&gt;gue harap isi blog gwe nantinya akan bermanfaat &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ccccff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;bagi semuanya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6658660573386628923-7620580818095564291?l=robiansyah-bangetz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/feeds/7620580818095564291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/perdana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7620580818095564291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6658660573386628923/posts/default/7620580818095564291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robiansyah-bangetz.blogspot.com/2009/06/perdana.html' title='Perdana'/><author><name>Robiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04281058038051020750</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_KkeP73CCy3A/TESAl-kZosI/AAAAAAAAAGo/LduxLt7EO68/S220/s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
